Minggu, November 22, 2015

Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi

Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Sanggau, Keindahan Indonesia yang Tersembunyi - Liburan panjang semester lalu saya habiskan di rumah dan jalan-jalan melihat keindahan daerah Kalimantan Barat. Tanah kelahiran saya. Perjalanan pertama adalah menikmati Pantai Batu Payung di Singkawang pada hari keempat atau kelima Idul Fitri. Dan menjelajahi Pulau Seribu Bagan atau Pulau Kabung.


Perjalanan selanjutnya adalah melancong ke Sanggau. Daerah seluas 12.857,70 km2 dan terletak di tengah-tengah juga berada di bagian utara provinsi Kalimantan Barat ini ternyata memiliki pesona alam maupun wisata yang menarik serta patut dikunjungi. Perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kota Sanggau memakan waktu sekitar 7-8 jam menggunakan mobil pribadi. Pak Su (paman), Mak Su (bibi) berserta anaknya yang berusia tiga tahun pun ikut pergi. Selain itu ada Kak As (teman Mama) dan Wulan (anak binaan panti tahfidzh di rumah) juga ikut. Total ada sembilan orang termasuk saya dalam perjalanan ke Sanggau.

Ternyata perjalanan hampir delapan jam cukup melelahkan dan membuat jenuh. Selama perjalanan kami kerjaannya makan, ngobrol, tidur, bangun, makan lagi, ngobrol lagi dan tidur lagi, haha XD. Belum lagi jalannya yang berkelok-kelok dan turun-naik bukit. Lumayan bikin kepala pusing tujuh keliling -_-.

Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Debu tebal dari pasir dan tanah. Ah enggak kebayang yang pake motor gimana rasanya. :(
Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Jalan yang berkelok-kelok dan naik-turun :(

Yeay, finally we arrived. Dan tempat pertama yang kami kunjungi adalah Air Pancur Aji. Kami tiba disana sekitar pukul 11 siang. Saya lupa berapa harga tiket masuk kesana, mungkin sekitar empat ribu atau lima ribu rupiah. Namun sayang dari depan gerbang kami harus jalan kaki sejauh 2 km menuju Air pancur Aji karena jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. 
"Cobaaaaaaan!!!!."
Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi

Lagi dan lagi kami kurang beruntung, karena air mancurnya tidak deras. Ternyata eh ternyata disebabkan karena saat itu musim kemarau sehingga air pada surut. Ya mau bagaimana lagi, sudah terlanjur datang. Jadi nikmati saja-lah ya.

Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Wulan pura-pura gak tau kalau lagi difoto buhehehe XD
Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Bingung mau diberi caption apaan XD
Setelah dari Air Pancur Aji kami istirahat di asrama adek Mak Su yang memang tinggal dan kerja di Sanggau. Sekitar jam 5 sore kami pergi kembali mencari spot menarik sembari menikmati sunset Kota Sanggau. Awal rencana ingin ke Keraton Kerajaan Sanggu. Karena disana sedang berlangsung acara seperti festival. Akantetapi kunjungan kami harus tertunda karena disana sangat ramai, padat dan tidak ada lagi tempat untuk parkir. Akhirnya kami memutuskan untuk duduk santai di floating cafe sembari minum es.

Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Saking keringnya musim kemarau, daratan sungai pun terlihat.
Setelah menikmati sunset di floating cafe, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Malam Sanggau menikmati kuliner disana. Saya memilih nasi bakar sebagai menu makan malam. Setelah kenyang, kami kembali ke Asrama untuk istirahat dan bobo cantik.

Pagi harinya sekitar jam enam saya, Mama, Wulan dan Kak As jalan kaki ke Pasar Tradisional Sanggau. Ah lupa nama pasarnya apa. Uniknya pasar ini adalah rata-rata pedagangnya menjual sayur-sayuran yang dibawa langsung dari gunung. Mereka membawa sayur-sayuran tersebut dengan menggunakan seperti keranjang tapi bisa digendong juga terbuat dari anyaman. Ah lagi dan lagi saya lupa namanya *tepok jidat*.

Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Sebelum ke pasar, sempat mampir ke masjid jami' Sanggau. I have twin lol XD
Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Suasana pasar di Sanggau. Ini yang dipinggir-pingir jalan. 
Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
Neneknya malu difoto hehe. Nah yang disampingnya itu tas anyaman yang khas banget dipake oleh semua penjual disana. Pssst! Yg putih-putih dijual nenek bukan tulang ya, tapi bambu muda atau tunas bambu kalau nama lainya Rebong/Rebung. 

Di pasar Mama dan Kak As berhasil memborong sayur Tebu Telur sebagai oleh-oleh dari Sanggau untuk tetangga dan keluarga di Pontianak. Awalnya bingung kok oleh-olehnya sayuran bukan kaos atau gantungan kunci atau apalah yang biasa buat cinderamata. Setelah saya selidiki ternyata sayuran tradisional ini sangat susah didapatkan di Pontianak. Bisa dibilang sayuran langka. Sempat ragu juga dengan rasanya. Eh setelah dicoba, ternyata maknyus pake nagih. Hehehehe XD.

Baca juga: Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu Telur

Sekian perjalanan saya di Kota Sanggu. Sebenarnya masih penasaran dengan tempat-tempat wisata alam disana seperti Riam Macam dan Keraton Sanggau. Tapi berhubung waktu yang singkat, semoga next time saya bisa kembali melancong kemari. Oh ya diperjalanan pulang ke Pontianak, kami lewat jalan baru di Sanggau yang ada taman dan giant letter-nya. Ya meskipun enggak giant banget. Hehe, tapi lumayan buat foto-foto ngeksis. Hehehe XD.


Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang TersembunyiBee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi

Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
eh ada bocah  yang ikutan nimbrung foto XD
Bee Balqis: Sanggau, Keindahaan Indonesia yang Tersembunyi
"Kak Oka, Kak Oka. Foto disini cakep nih. Kayak di mesir-mesir gitu," kata Ayah semangat mulai siap fotoin. Saya nurut aja, sambil pasang pose. (Abaikan wajah yang menahan terik matahari.) 

21 komentar:

  1. Itu yang dijual si nenek singkok kah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan singkong mbak... lupa saya namanya apaan hehe

      Hapus
  2. waah serasa lagi di sanggau, kapan yaa bisa kesana :-)
    hihi neneknya malu-malu ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa melancong ke sanggau mbak... :)

      Hapus
  3. Seruu nih liburannya, suasana pasarnya tipikal sekali ya. Masih bs sistem barter jg mungkin yaa

    BalasHapus
  4. yang di pasar sanggau itu jualan apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. paling banyak jualan sayur Tebu Telur mbak... :)

      Hapus
  5. sewaktu baca, yang bikin unik pasarnya. Eh, ternyata komen di atas mewakili :D nggak jadi komen tentang pasar deh. Komen yang lain aja lah, saya juga kalimantan mba, kaltim tepatnya. Saya sendiri jarang traveling keliling kaltim, beberapa tempat yang saya inginkan aksesnya susah. Sedih ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di pasar sanggau uniknya, sayur yg di jual rata-rata hasil kebun dari gunung mbak. Pas saya kemarin kesana, sayur Tebu Telur paling banyak dijual. Hehe

      saya ke sanggau akses jalannya juga lumayan susah mbak. Hem. iya ya mbak. ketika kita ingin explore wisata di daerah sendiri tapi ternyata akses kesananya masih kurang mendukung.. sedih.

      Hapus
  6. itu yang dijual apa mba? kaya tulang gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namaya rebung atau tunas bambu atau disebut juga bambu muda mbak.

      Hapus
  7. Itu rebung namanya. Bambu yg masih muda

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak nindya sudah dibantu menjawab. :)

      Hapus
  8. Rebung suka di masak sama mamaku mba, disantenin gitu...enak kok...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaa.. mbak. Perut ku jadi kekuruyuk nih, gara-gara ngebayangin rebung disantenin. *ngiler*

      Hapus
  9. Seru banget acara jalan-jalanmu itu Oka,
    Tapi sayang yah waktu itu musim kemarau, coba datengnya pas musim hujan kayak sekarang hehe...

    Suasana pasarnya juga asyik banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya sekarang saya enggak di kalimantan mbak. nah di pasarnya banyak sayur. Cocok buat emak-emak yg suka ngeborong sayuran dgn harga murah. hehe XD

      Hapus
  10. oyeee, aku jadi tahu ada daerah menarik di kalimantan barat selain Singkawang. Aku ada rencana ke KalBar tapi masih ragu2 gitu, Obyek wisata apa saja yg bisa ditempuh pakai angkutan umum. Terus kira-kira sekali makan di warung atau kaki lima pinggir jalan gitu habisnya berapa rupiah y mbak? Denger2 harga di Kalimantan jauh lebih mahal dari di Jawa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. objek wisata kalbar semakin jauh, semakin menarik. Seperti ketapang dan sanggau. Perjalanan bisa 7 jam atau lebih. tapi kalau mau yg jaraknya cukup dekat memang singkawang destinasi yg tepat. untuk angkutan umum seperti bus lumayan banyak di Kalbar. Jadi jangan khawatir. Urusan makan di warung atau kaki lima menurut saya harganya relatif, standar lah.

      Hapus
  11. Cara menjajakan jualannya lucu, sedikit2,gak banyak gitu.. Hehehe...

    BalasHapus