Jumat, Januari 01, 2016

Jalan-Jalan ke Belanda lewat Film Negeri van Oranje


Judul : Negeri van Oranje
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara: Endri Pelita
Penulis Naskah : Titien Wattimena

Film yang pengen saya tonton bulan Desember lalu adalah film yang diadaptasi dari Novel karya Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyad dan Rizki Pandu Permana. Jadilah hari rabu (23/12) kemarin saya dan teman-teman blogger IHB (Indonesian Hijab Blogger) nonton bareng di XXI Kota Kasablanka. Btw, thank you Wardah untuk tiket gratisnya.

Jam 17.00 saat memasuki studio 2. Beberapa kursi hijau masih terlihat kosong, padahal film akan segera dimulai limat menit lagi. Satu persatu akhirnya kursi-kursi kosong tersebut terisi dan tak lama film pun dimulai.

Review Film Negeri van Oranje: 

Adegan pertama dari film Negeri van Oranje adalah suasana sebuah ruangan yang telah terhias cantik dengan bunga-bunga putihDisudut kamar yang juga dihiasi bunga-bunga cantik, terlihat seorang wanita sedang melihat pantulan dirinya di depan cermin dengan memegang gaun putih di tangannya. Lalu pandangannya terfokus pada sebuah foto berbingkai manis di meja.

Maka kisah wanita cantik bernama Lintang bersama sahabat-sahabatnya pun dimulai. Alunan melodi dari biola dan pemandangan cantik dari negeri Praha membuka cerita persahabatan lima mahasiswa Belanda asal Indonesia. Mereka adalah Lintang (Tatjana Saphira), Geri (Chicco Jerikho), Wicak (Abimana Aryasatya), Daus (Ge Pamungkas) dan Banjar (Arifin Putra). AAGABAN, nama persahabatan mereka. Menurut Lintang Praha seperti titik dan Belanda adalah garisnya.

Siapa yang menyangka persahabatan yang terjalin begitu erat meninggalkan seberkas rasa lebih dari seorang sahabat. Geri, Wicak, Daus dan Banjar pun memberikan perhatian lebih saat mengetahui bahwa Lintang baru saja putus dari pacar Belandanya. Selain itu sesuatu yang mengejutkan pun hadir dalam cerita persahabatan mereka. Sebuah rahasia yang telah lama disembunyikan oleh salah satu dari keempat sahabat lainnya.

Rahasia seperti apakah itu? Lalu siapakah yang berhasil mengisi hati Lintang? Geri yang berpenampilan chic, perhatian dan anak orang kaya, kah? Atau Banjar yang ganteng dan kocak? Apa mungkin Daus, yang paling pintar diantara mereka juga selalu membuat keempat sahabatnya tertawa? Atau Wicak, pria yang pendiam dan pencinta lingkungan?

Temukan jawabanya sendiri di bioskop terdekat anda, huahaha XP.

Kesan (Film Negeri van Oranje):

Kesan pertama setelah nonton film yang disutradai Endri Pelita adalah puas banget dengan pengambilan latar tempat-tempatnya. Selama film diputar, saya seakan-akan sedang dibawa jalan-jalan melihat keindahan Belanda seperti bunga-bunga tulip cantik beraneka warna, kuliner, arsitektur bangunan bergaya modern juga klasik dan kampus-kampus terkenal dan keren di Belanda yaitu Wageningen dan Leiden.

Oh ya, sebelumnya saya belum sempat beli dan baca novelnya, karena uangnya belum cukup XD *curhat colongan*. Tapi menurut cerita teman blogger saya yang sudah baca mengatakan bahwa highlights dari cerita di novel semuanya ada di film.

So bagi kalian yang bermimpi menginjakkan kaki ke Belanda atau melanjutkan studi disana, maka nggak ada salahnya menonton film Negeri van Oranje ini.

Sekian sedikit review dan kesan saya setelah menonton film Negeri van Oranje

"Let’s make your dream be Oranje in Negeri van Oranje."
This entry was posted in

4 komentar:

  1. Lagi bertebaran banget nih film mbak, jadi penasaran :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, iklan dan promosinya dimana-mana. Bikin penasaran. XD

      Hapus
  2. Assalamualaikum Kaka... Salam kenal ya dari #BloggerPontianak juga. Wah senangnya pas baca berita di Tribun Pontianak hari ini dimana publikasinya tentang jalan-jalan Kaka ke Beijing GRATIS. Btw, kapan balik ke Pontianak nih? Ngga pernah nyamperin euy... :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. Salam kenal juga. Balik ke Pontianak kalau skripsi udah kelar XD Saya sering kok share blogpost di komunitas blogger pontianak di FB. Hehe. Mungkin belum ketemu aja ya. Terima kasih sudah mampir kemari :D

      Hapus