Skip to main content

Ransel Backpacker - Partner Traveling Para Traveler


“Kenapa ka?” tanya mbak Desi dari belakang menghampiri saya yang sedari tadi sering memperbaiki posisi ransel di pundak.
“Berat ya?” tanya mbak Desi lagi seolah dapat membaca pikiran.
“Iya mbak berat. Padahal isinya sedikit. Tapi kok berat ya?” jawab saya lemah.
“Memang kalau ransel ada yang udah berat dari sononya,” ucap Mbak Evrina menambahkan.

Aaaah, waktu itu perjalanan menuju gate keberangkatan ke Hongkong di Bandara Beijing terasa menyiksa banget. Sebenarnya selama traveling di Beijing, saya sudah merasa heran dengan ransel yang saya pakai. Isinya sedikit tapi kenapa berat? Tapi kali itu saya sudah tidak bisa menahannya. Alhasil selama mengantri di loket imigrasi dan security check, ranselnya saya seret. Puk puk puk yang sabar ya pundak T^T.


Awal tahun 2016 menjadi awal terwujudnya impian yang selama ini saya dambakan. Traveling ke Beijing selama 5D4N. Hadiah dari kompetisi blog yang diadakan oleh agen perjalanan Jakarta. Alasan saya membawa ransel hitam itu karena tidak adanya pilihan lain. Saat itu H-2 menjelang keberangkatan, saya cukup panik karena kondisi kesehatan yang masih belum pulih total dan menyebabkan persiapan yang belum maksimal. Salah satunya adalah menemukan ransel backpacker yang pas. Sedangkan ransel yang biasa saya pakai untuk kuliah berukuran mini dan tidak kuat. Sehingga terancam jebol atau putus selama perjalanan nanti. Syukurnya H-1 adik sepupu saya ke kosan untuk mengembalikan ransel hitam milik Ayah yang dipinjamnya sewaktu pergi dari Pontianak ke Jakarta. Begitulah awal mula terjadi kenapa saya bisa menggunakan ransel tersebut selama traveling di Beijing.

Sudahlah sepertinya tidak ada harapan untuk menggunakan ransel hitam itu lagi di traveling selanjutnya. Padahal dalam waktu dekat, saya akan ke Pulau Seribu. Mulai deh saya jadi galau? Mau cari ransel backpacker baru dimana?

Sebagai traveler pemula, saya sih maunya jenis ransel backpacker yang ringan, kuat dan kualitas bagus. Jadi dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Berhubung saya memiliki badan imut maka ransel berukuran jumbo sangat saya hindari. Sebab ruang gerak terasa terbatas dan traveling pun kurang nyaman. Selain itu ransel backpacker yang aman juga harus menjadi faktor terpenting untuk perlengkapan traveling ataupun kegiatan outdoor lainnya. Kebanyakan maunya ya??? Hehe, soalnya saya kapok beli tas atau produk apapun yang baru dibeli dan beberapa kali digunakan sudah rusak. Belum lagi yang kualitasnya ternyata nggak sesuai harapan. Jadi wajar dong ya, kalau saya pengen ransel backpacker berkualitas dan tahan sampai bertahun-tahun :D.

Nah saya ingat beberapa teman-teman pernah cerita kalau produk-produk yang dijual di Zalora bagus dan harganya terjangkau. Saya mulai cari-cari produk ransel backpacker di situs online Zalora karena penasaran. Ternyata ada dan ketemu juga ransel backpacker berkualitas bagus di Zalora. Ransel backpacker Eiger R.Hyd Peak Runner 5.

Ransel Backpacker Eiger R.Hyd Peek Runner 5

Tas punggung merek Eiger ini menggunakan bahan atau material poliester dan cordura. Dimana bahan cordura merupakan bahan tas terbaik. Ringan, tidak mudah sobek, tidak merembes jika terkena air dan warnanya relatif awet.  Selain itu modelnya juga simpel dan ukurannya sesuai yang saya inginkan yaitu panjang 18 cm x tinggi 36cm. Ransel Eiger R.Hyd Peak Runner 5 juga dilengkapi kantong depan dan dalam dengan resleting, sehingga aman dibawa. Hal lainnya yang bikin saya senang adalah terdapat tali pinggang juga gesper. Jadi ransel ini sangat cocok untuk digendok di pundak. Akhirnya saya bisa menikmati traveling tanpa sakit pundak. Cukup sekali merasakan penderitaan pundak sakit saat traveling jauh karena rasanya menyiksa, hiks hiks.

Menurut saya ransel-ransel Eiger di Zalora sesuai dengan kebutuhan traveler. Seperti ransel backpacker Eiger R.Hyd-Velo 14 yang memiliki kompartemen water bladder atau kantong air. Kualitas bahan juga sama, poliester dan cordura. Meskipun harga ransel backpacker Velo 14 lebih murah, tapi ransel Peek Runner 5 lebih pas menjadi partner traveling saya yang sesuai kebutuhan juga. Bagaimana dengan kalian? 

Comments

  1. Salam Kenal, Ini teman perjalanan ke beijing mbak Ev dan Desi. Saya dari Asinan Blogger dari Bogor. Seru ya perjalanannya, dan ranselnya pun oke buat dibawa kemana mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak een. Iya travel mate mbak ev dan mbak desi. Alhamdulillah mbak bisa kesana XD.
      Iyap, pas dibawa traveling atau naik gunung.

      Delete
  2. Jadi inget tas ransel tempat laptop saya juga mau jebol, ada rekomendasi ga mbak? Terutama yg bisa dipake traveling juga gitu haha

    Ga mau rugi bgt emak2 ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari yang bahan cordura mbak. Kuat dan ringan. Sekarang banyak yang jual ransel dgn kompartemen laptop.

      Kalau di zalora ada ransel yg bisa bawa laptop jg. Namanya velo 14.
      Wehehe...sama, saya juga gak mau rugi. XD

      Delete
  3. Merk ini udah femes dari dulu yah. Aku juga pakai waktu masih muda

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak. sampai sekarang masih tetap eksis.

      Delete
  4. saya kalau pergi pakai ransel, baju2 di packing pakai vacuum bag, supaya jadi kempes, bawaan sedikit anginnya yang banyak, hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah baca, vacuum bag memang banyak dipake buat packing traveling. Tapi belum pernah coba. hihi.

      Delete
  5. punya 1 buat anakku kemah :)

    ReplyDelete
  6. sebagai pecinta traveling, tas yg bagus memang jd modal utama mba.. walo jarang backpacker, tp aku ttp punya 1 tas yg slalu dibawa kalo2 travelingnya cuma singkat doang.. males koper kalo cuma sebentar :D.. dan untungnya tas ransel skr juga bgs, ringan bgt, dan ga terasa berat waktu digendong. gpp lah rada mahal, kan investasi traveling :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak. ransel itu investasi traveling. Saya juga kalau cuma dua tau tiga hari cuma bawa ransel. :D

      Delete
  7. belum punya ransel, belum punya niat mau traveling. masih sma tapi coba2 cari ransel kayak gitu siapa tau temen ngajak traveling.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mencoba :) Biasanya kalau udah coba traveling sekali, jadi nagih. hehe

      Delete
  8. Keren mba sudah nyampe beijing. Saya juga lagi cari ransel nih. Yang tempo hari dibeli kurang nyaman ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera ketemu ransel barunya ya mbak. Ransel yang nyaman memang sangat berpengaruh saat traveling ya mbak.

      Delete
  9. Wuaaah, jadi pengen jalan-jalan ke Beijing *salah fokus hihii

    ReplyDelete
  10. Aku juga pas backpacker ke Korea kemaren cuma bawa 1 ransel doang nih okka, dan sempet serem takut gak kuat gitu sih ranselnya hehehe...

    Kayaknya musti jalan2 ke Zalora nyari ransel baru niiih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. asyiiik. ransel baru... Selamat berbelanja mbak... btw bawalah daku ke korea juga mbak... Huaaa pengen banget kesana :D XD

      Delete
    2. Saya juga banyak menggunakan produk eiger,,,, tasnya" a pun bagus,, tulisan anda juga bagus

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu Telur

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu TelurPernahkah anda  mencicipi sayur Bunga Tebu? Bagaimana rasanya? Enak bukan? Atau jangan-jangan belum pernah mencobanya? Atau tidak tau bahwa tanaman yang mirip tebu ini memiliki bunga yang dapat dimakan?
Bunga Tebu atau biasa disebut Tebu Telur adalah termasuk jenis sayur-sayuran. Dalam bahasa latin namanya adalah Saccharum edule Hasskarl. Kalau di Jawa, Tebu Telur bernama Tiwu Endog atau Terubus. Sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan Tebu Endog atau Tebu Terubuk. Alasan kenapa bunga tebu ini disebut Tebu Telur karena teksturnya mirip dengan telur ikan.
Awalnya ketika Mama menawarkan Tebu Telur, dibayangan saya bentuknya bulat-bulat putih, lembek seperti ulat. Saya diam saja ketika tau Mama berhasil memborong banyak Tebu Telur di pasar Sanggau untuk dibawa pulang ke Pontianak sebagai menu masakan di rumah dan oleh-oleh ke tetangga.

4 Hal Kenapa Lebih Baik Kuliah di STEI SEBI

Selama liburan, banyak yang bertanya-tanya ke saya, "kuliah di kampus mana?" Saya jawab, “STEI SEBI di Depok.” Tapi rasa ingin tau mereka biasanya tidak cukup sampai disitu. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Depoknya dimana? Itu kampus apa? Ada berapa fakultas? Semester berapa? Jurusan apa? Kenapa kuliah disana?” Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan terkait kampus tercinta saya. Tapi tidak saya pungkiri banyak yang ujung-ujungnya malah menjurus pada pertanyaan, “Kapan nikahnya?” atau “Cowoknya siapa?” *tepok jidat*.
Baiklah kali ini saya bukan mau curhat karena ditodong seputar pertanyaan “mana cowoknya?”. Tapi saya ingin bercerita seputar kampus saya. Alasanya sih simpel, agar semua orang kenal kampus STEI SEBI Depok.
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Depok. Terletak di Jalan Raya Bojongsari, Gang Mungkin Bojongsari Depok. Terdapat dua jurusan, yaitu Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah.
Berikut 4 Hal Kenapa Lebih Baik Kuliah di STEI SEBI. Sebenarnya banyak sih, bukan …

Novel Jilbab Traveler Asma Nadia: Love Sparks in Korea

Novel Jilbab Traveler Asma Nadia: Love Sparks in Korea
Judul               : Love Sparks in Korea Penulis            : Asma Nadia Penerbit          : Asma Nadia Publishing House Jumlah Hal    : 374 halaman Harga              : Rp.64.500,- ISBN                : 978-602-9055-39-9
Menyusul kesuksesan film Assalamu’alaikum Beijing dan Surga yang Tak Dirindukan, maka film Love Sparks in Korea pun akan segera hadir mewarnai perfilman Indonesia. Film berlatarkan Negeri Ginseng ini adalah sebuah kisah cinta dari novel dengan judul yang sama. Sebuah karya hebat dari Jilbab Travel Writer terkenal. Asma Nadia.
Di novel Assalamu’alaikum Beijing, saya banyak belajar makna tegar dari sosok Asma yang bersahabat dengan APS-nya. Lalu novel Surga Yang Tak Dirindukan, mengenalkan sabar dan ikhlas dari Arini. Sedangkan novel Love Sparks in Korea, mengajarkan untuk terus membangun impian dan tidak pernah menyerah.