Skip to main content

Sebelum Membagikan Pesan Informasi di Media Sosial, Cek Dulu Lima Tips Anti Hoax Ini


Assalamualaikum. Hallo Semuanya?

Kamu pernah nonton iklan dari Thailand yang bercerita tentang seorang bos pemilik pasar yang videonya viral di dunia maya?

Di video viral tersebut, si bos terlihat sangat sombong dan pelit. Ternyata eh ternyata, video itu bukanlah kenyataannya. Setelah menonton video itu Bee jadi tersadar, ternyata tidak semua video, tulisan, ataupun foto merupakan sebuah fakta. Karena bisa jadi apa yang kita lihat dan tonton dari balik layar gadget tidak selalu lengkap atau benar.


Berita ataupun konten yang salah atau tidak sesuai kebenaran lebih sering kita kenal dengan sebuatan HOAX. Benar gak?

Saat ini Bee rasa sudah semakin banyak orang yang mulai menyaring setiap konten baik tulisan ataupun video sebelum jempol mengklik “Share”. Bahkan terkadang Mama ataupun orang–orang di sekitar Bee bertanya, “Eh, berita ini benar nggak ya?”, “Emang iya ya berita ini?”.

Nah tapi sebagian dari kita juga masih suka bingung dan bertanya–tanya dengan diri sendiri seperti, sebenarnya informasi ini benar nggak ya? Hoax nggak ya? Informasi ini penting nih, bagikan nggak ya? Ah, takut!

Supaya kita semua nggak main share – share saja tanpa tau itu hoax apa bukan. Yuk simak lima tips yang membantu kita mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli dari Kominfo:

1. Waspada Dengan Judul Provokatif
Sering mendapatkan pesan yang judulnya seperti ini: “Viralkan! Ternyata Produk A Mengandung Virus ABC,” atau “Sebarkan! Jangan Sampai Anda Menjadi Korban Berikutnya...” Judul sensasional dan provokatif biasanya sering digunakan sang pembuat hoax. Oleh sebab itu, jika mendapatkan berita atau pesan yang beraroma provokatif, maka sebaiknya dicari terlebih dahulu referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya. Apakah sama atau berbeda. Sehingga kita sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati Alamat Situs
Berita atau pesan yang diperoleh dari website atau yang mencantumkan link, harus terlebih dahulu kita perhatikan. Jika berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, maka informasi tersebut masih diragukan kebenarannya.

3. Periksa Fakta
Sebelum jari kita mengklik “share” ada baiknya kita periksa juga asal atau sumber berita. Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Jangan cepat percaya apabila informasi berasl dari pegiat ormas, tokoh politik atau pengamat.  Selanjutnya perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, maka kita tidak bisa mendapatkan gambaran berita seutuhnya. Hal lainnya yang perlu diamati ialah fakta merupakan peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti. Sedangkan opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek Keaslian Foto
Tak hanya berita, kita pun sering mendapatkan broadcast berupa foto ataupun video. Ada kalanya pembuat berita hoax juga mengedit foto ataupun video untuk memprovokasi pembaca. Terus bagaimana cara kita mengecek keasliannya? Caranya adalah dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yaitu dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar – gambar serupa di internet sehingga kita bisa membandingkan foto tersebut asli atau hanya editan doang.

5. Ikut Serta Grup Diskusi Anti-Hoax
Nah menurut Bee poin ke-lima ini sangat penting untuk kita lakukan sebagai aksi kita melawan hoax. Di grup – grup diskusi ini, kita sebagai netizen bisa bertanya apakah informasi atau berita yang didapatkan merupakan hoax ataupun bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Di laman Facebook ternyata sudah banyak loh grup diskusinya, seperti: Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes dan Grup Sekoci.

Aksi melawan berita hoax ini memang sedang digaungkan oleh semua orang. Wempy Dyocta Koto, seorang pengusaha muda Indonesia dan investor internasional pun mengajak kita sebagai netizen untuk selalu bijak bersosmed dan membagikan informasi yang positif. Penasaran ingin mengenal lebih banyak tentang Wempy Dyocta Koto? Cus lah main ke Instagramnya di: @wempydyoctakoto

Silahkan di follow :)
Wempy Dyocta Koto
Oke, segitu dulu berbagi Bee kali ini. Lima langkah mengidentifikasi informasi dan berita yang berseliweran di media sosial. Cek Judul – Cek Situs – Cek Fakta – Cek Keaslian Foto – Cek di Grup Diskusi Anti-Hoax. Mudah kan, ya? Jangan lupa terus bersyukur dan tebar kebaikan. Salam.

Comments

  1. Paling sering ada broadcast dari grup2, panjang bacanya dan belum tentu benar, harus dibaca dengan seksama banget

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya banyak cara untuk bisa tau berita itu hoax apa bukan. Tapi sayangnya kadang jari bergerak lebih cepat daripada otak, yang langsung maim share aja tanpa mikir :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu Telur

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu TelurPernahkah anda  mencicipi sayur Bunga Tebu? Bagaimana rasanya? Enak bukan? Atau jangan-jangan belum pernah mencobanya? Atau tidak tau bahwa tanaman yang mirip tebu ini memiliki bunga yang dapat dimakan?
Bunga Tebu atau biasa disebut Tebu Telur adalah termasuk jenis sayur-sayuran. Dalam bahasa latin namanya adalah Saccharum edule Hasskarl. Kalau di Jawa, Tebu Telur bernama Tiwu Endog atau Terubus. Sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan Tebu Endog atau Tebu Terubuk. Alasan kenapa bunga tebu ini disebut Tebu Telur karena teksturnya mirip dengan telur ikan.
Awalnya ketika Mama menawarkan Tebu Telur, dibayangan saya bentuknya bulat-bulat putih, lembek seperti ulat. Saya diam saja ketika tau Mama berhasil memborong banyak Tebu Telur di pasar Sanggau untuk dibawa pulang ke Pontianak sebagai menu masakan di rumah dan oleh-oleh ke tetangga.

4 Hal Kenapa Lebih Baik Kuliah di STEI SEBI

Selama liburan, banyak yang bertanya-tanya ke saya, "kuliah di kampus mana?" Saya jawab, “STEI SEBI di Depok.” Tapi rasa ingin tau mereka biasanya tidak cukup sampai disitu. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Depoknya dimana? Itu kampus apa? Ada berapa fakultas? Semester berapa? Jurusan apa? Kenapa kuliah disana?” Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan terkait kampus tercinta saya. Tapi tidak saya pungkiri banyak yang ujung-ujungnya malah menjurus pada pertanyaan, “Kapan nikahnya?” atau “Cowoknya siapa?” *tepok jidat*.
Baiklah kali ini saya bukan mau curhat karena ditodong seputar pertanyaan “mana cowoknya?”. Tapi saya ingin bercerita seputar kampus saya. Alasanya sih simpel, agar semua orang kenal kampus STEI SEBI Depok.
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Depok. Terletak di Jalan Raya Bojongsari, Gang Mungkin Bojongsari Depok. Terdapat dua jurusan, yaitu Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah.
Berikut 4 Hal Kenapa Lebih Baik Kuliah di STEI SEBI. Sebenarnya banyak sih, bukan …

Kesan Setelah Menonton Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea

Judul Film : Jilbab Traveller: Love Sparks in Korea Distibutor  : Rapi Films Producer  : Gope T Samtani Director: Guntur Soeharjanto Writer: Alim Sudio Cast:Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, Ringgo Agus Rahman, Wawan Wanisar, Dewi yull, Indra Bekti, Tasya Nur Medina, Ferry Ardiansyah, Adila Jelita, Lee Won Joo, Jonathan Na.
“Kamu mencuri mimpi-mimpiku. Dan aku suka.”