Kamis, September 14, 2017

Pulau Kakaban & Pulau Sangalaki, Selife Bersama Ubur-Ubur Hingga Bertemu Tukik Lucu

Pulau Kakaban & Pulau Sangalaki, Selife Bersama Ubur-Ubur Hingga Bertemu Tukik Lucu

Pulau Kakaban & Pulau Sangalaki, Selife Bersama Ubur-Ubur Hingga Bertemu Tukik Lucu

Assalamualaikum. Hello semuanya.

Setelah terpesona dengan indahnya Pulau Maratua di Maratua Paradise Resort dan menguji nyali dengan loncat dari tebing Goa Halo Tabung. Maka selanjutnya Bee dan teman blogger lainnya menuju ke Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki.

Berenang Bersama Ubur-Ubur di Pulau Kakaban

Ditemani gerimis kecil, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kakaban. Syukurlah Speed boat Pak Hasan dilengkapi dengan penutup atas, jadi nggak kehujanan deh. Semakin mendekati objek wisata, langit seolah menyambut kedatangan kami semua. Gerimis-gerimis kecil perlahan hilang meskipun langit masih berselimut awan gelap

FYI, Pulau Kakaban merupakan salah satu tempat wisata yang sangat terkenal dan banyak ditawarkan oleh Tour Travel Agent termasuk Cheria Halal Holiday. Bisa dibilang berenang bersama ubur-ubur di Pulau Kakaban menjadi salah satu kegiatan favorit traveller yang datang ke Derawan. Mungkin bisa dibilang, belum berenang juga main kesini berarti belum sah menginjakkan kaki di Derawan.

Ubur-ubur di danau Pulau Kakaban sangat unik karena tidak menyengat. Pulau yang mempunyai luas 774,2 hektar ini merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya. Selain itu di dunia hanya terdapat dua danau ubur-ubur tak menyengat, yaitu di Danau Ubur-Ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik dan di Pulau Kakaban, Indonesia. Masya Allah bet kan?!

Sesampai di pantai Pulau Kakaban kami tak langsung menuju ke lokasi Danau Ubur-Ubur. Melainkan kami mengisi tenaga dulu dengan makan siang bersama di sebuah rumah menghadap laut.

Setelah kampung tengah diisi, kami semua siap menyapa ubur-ubur. Hamparan danau luas menyambut kedatangan kami. Setelah alat snorkeling terpasang oke, kamera juga oke, maka langsung saja say hi to jellyfish. “Annyong~ (bahasa korea: hallo).”


Objek wisata Pulau Kakakban di Kepulauan Derawan
Di depan pintu masuk Pulau Kakaban
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Indonesia
Menikmati Danau Kakaban dan say goodbye ke ubur-ubur lucu
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Indonesia
Pak Hasan selfie dengan ubur-ubur
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban Indonesia
Wajah-wajah gosong yang bahagia habis selfie sama ubur-ubur
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban Indonesia
Mendung :(
Makan siang di Pulau Kakaban
Menu makan siang kami, kue appolonya udah habis dimakan duluan, hehe
Menuju Danau Ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban Indonesia
Jalan menuju Danau Kakaban
Kawasan hutan di Pulau Kakaban
Kawasan hutan sekitar Pulau Kakaban
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban Indonesia
Danau Kakaban
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban Indonesia
Penampakan ubur-ubur tak menyengat dari atas permukaan air
Danau Ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban, Derawan, Indonesia
Ubur-ubur di Danau Kakaban 
Jenis ubur-ubur di Danau Kakaban ini ada empat, yaitu ubur-ubur bernama Aurelia aurita, Mastigias papua, Tripedalia cystophora dan Cassiopea ornate. Jenis Cassiopea ini adalah jenis ubur-ubur favorit Bee karena mereka lucu-lucu bikin gemes. Gaya mereka berenang itu loh terbalik. Jadi tak heran, mereka juga dijuluki Ubur-Ubur Terbalik.

Keindahan danau dan biota lautnya yang memikat ditunjang dengan fasilitas di Pulau Kakaban yang bagus dan tertara. Seperti adanya jembatan kayu panjang yang terhubung langsung ke anjungan Danau. Terus adanya sejenis pendopo untuk istirahat. Kawasan hutannya pun juga terjaga dan terawat dengan baik.

Jangan lakukan hal ini di danau Pulau Kakaban:

1. Tidak melompat secara langsung saat akan berenang
2. Tidak diperbolehkan menggunakan Fin (kaki katak) saat berenang
3. Tidak menggunakan cream sun block saat berenang
4. Tidak membuang sampah sembarangan

Menyapa tukik lucu di Pulau Sangalaki

Destinasi lainnya yang tak kalah menarik adalah Pulau Sangalaki. Pulau kecil seluas kurang lebih 15 hektar yang juga merupakan pulau terluar Indonesia seperti halnya Pulau Maratua.

Tak hanya menyuguhkan panorama pantai dan hamparan pasir putih bergelombang. Pulau Sangalaki juga menjadi rumah para penyu lucu. Termasuk beberapa penyu terancam punah seperti, penyu sisik dan penyu hijau. Itu sebabnya pulau ini dijadikan sebagai tempat konservasi penyu.

Setelah foto-foto riang di depan papan nama pulau, kami langsung masuk ke dalam pulau. Disana terdapat bangunan rumah yang cukup besar, dan satu kolam berukuran cukup besar disampingnya. Spontan saya langsung berlari kecil menghampiri kolam tersebut dan benar saja persis seperti yang diduga. Tukik-tukik lucu sedang asyik berenang disana.

Menurut Bee siklus hidup penyu terbilang unik. Karena penyu adalah binatang yang tak pernah lupa dengan asalnya. Sejauh apapun penyu berenang, ia akan kembali lagi ke tempat dimana ia ditetaskan.

Siklus hidup penyu singkatnya begini: Penyu dewasa > Penyu bertelur (penyu betina ke berpindah ke daratan di tempat dia ditetaskan) > Telur menetas (setelah menetas, anak penyu (tukik) akan bergerak munuju laut > Tukik menuju laut untuk bertahan hidup dan menjadi penyu dewasa.

Pulau Sangalaki
Pulau Sangalaki dari kejauhan
Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki
Welcome ti Pulau Sangalaki
Indahnya Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki
Foto ala-ala duduk santai menghadap laut :D | Thank you irul for taking this pic
Indahnya Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki
Pasir pantainya yang halus dan bergelombang
View in Sangalaki Island, Derawan, East Kalimantan, Indonesia
Mba Septi :)
View in Sangalaki Island, Derawan, East Kalimantan, Indonesia
Kang Alee jauh bener ngambil fotonya. Emang beda ya photographer pro, totalitas :D *jempol
Travelling to  Sangalaki Island, Derawan, East Kalimantan, Indonesia
lucu gak? udah bilang lucu aja *maksa hehe :D
Tukik Lucu di Pulau Sangalaki
Tukik lucu sedang berenang

Siklus hidup penyu
Siklus hidup Penyu
Travelling to Sangalaki Island, Derawan, East Kalimantan, Indonesia
Bye, bye Pulau Sangalaki
Sayangnya tak semua tukik (anak penyu) yang menetas dan dilepaskan ke laut akan kembali pulang saat dewasa nanti. Penyebabnya bisa karena dimangsa binatang pemangsa penyu seperti kepiting, hiu, gurita, burung laut dan elang. Ternyata manusia pun bisa menjadi ancaman para penyu.

Tak hanya bertemu tukik atau penyu, di Pulau Sangalaki kamu juga bisa diving atau menyelam di perairan sekitar. Aneka ragam biota laut ada disana, terutama Ikan Pari Manta. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami tak bisa menyelam disana. Tapi syukurnya kami masih bisa melihat Ikan Pari Manta yang sedang berenang saat perjalanan pulang dari Pulau Sangalaki.

Do & Don’t saat bertemu atau melihat penyu:

Do (harus dilakukan):
1. Menjaga kebersihan pantai dengan membuang sampah pada tempatnya. Berbicara sampah, Bee pernah menemukan sebuah video yang memperlihatkan seekor penyu yang tersiksa karena ada sebuah logam panjang seperti kawat menyangkut di hidungnya, hem L

2. Mengajak teman dan keluarga untuk ikut menjaga juga melestarikan penyu. Ah ini in sya Allah semua bisa. Di zaman serba canggih, sangat mudah. Gunakan saja sosmed. Benar gak?!  Jadi nggak ada alasan untuk bungkam ya.

Don’t (tidak boleh dilakukan):
1. Dilarang mengkonsumsi daging ataupun telur penyu.
2. Dilarang memperjual-belikan telur penyu.
3. Dilarang menangkap penyu dan juga telur penyu.

Bagaimana keseruan perjalanan Bee bersama teman-teman blogger lainnya. Mulai dari Wisata Bahari di Derawan, Menikmati Indahnya Pulau Maratua, Berenang bersama ubur-ubur tak menyengat hingga menyapa tukik lucu di Pulau Sangalaki. Tertarik kesini? Kapan-kapan tak ada salahnya menjelajahi Pulau Derawan sebagai destinasi liburanmu selanjutnya.


Terima kasih sudah baca blog post Pulau Kakaban & Pulau Sangalaki, Selife Bersama Ubur-Ubur Hingga Bertemu Tukik Lucu. Sampai jumpa di cerita Bee selanjutnya. Terus bersyukur dan terbar kebaikan. Salam.

8 komentar:

  1. wah asyik
    berburu ubur-ubur...

    BalasHapus
  2. Seru banget ya jalan2 ke sana. Beruntungnya... :)

    BalasHapus
  3. aku tahunya ubur-ubur beracun :D ternyata aman ya mba

    BalasHapus
  4. wiiih indah banget mbak, subhanAllah! suka iri deh sama yg sering jalan2 bgini. pengen juga wkwkw! itu lucu ya, uburnya ngga nyengat....

    BalasHapus
  5. Nah... kemarin ga sempat ke pulau ini dikarenakan kondisi cuaca tidak mendukung :-)

    BalasHapus
  6. Yang duduk dipantai surut itu keren...asyik banget ya baca kisah perjalanan yang bikin adem-adem mupeng begini hihihihi

    BalasHapus
  7. Mbak tanggung jawab mbaaaak. Aku makin pengen ke kakaban huaaah. berenang dan foto cantik ama ubur ubur ini.

    *brb nabung buat tiket pesawat yang lumayaaaan.

    BalasHapus
  8. Aduuuh, pasir putihnya menggiurkan banget siiihhh?!

    BalasHapus