“Hari sial tidak ada di kalender.” Saya pikir semua orang setuju bahwa kita tidak pernah tau kapan ketidakberuntungan datang. Entah itu terjebak macet, ketinggalan pesawat, atau laptop ketumpahan kopi. Sebagai freelancer yang bekerja di industri kreatif, kalau laptop rusak auto bikin spaning. Kalian pernah gak mengalami layar laptop/ notebooknya tiba-tiba bergaris dan glitch ? Bee panik banget sewaktu mengalami hal tersebut. Ternyata dikarenakan Bee sering letak barang diatas notebook-nya meskipun sekedar letak mouse , charger , ataupun buku yang ringan banget. Notebook ku seringkih itu guys , kayak hati orangnya yang fragile hehe. Belum lagi Bee orangnya suka kesenggol lah, kesandung, atau barang merosot jatuh dari tangan. Meskipun kita tidak pernah tau hari apes kita kapan yaaa, bukan berarti pasrah dong. Tentu harus adanya antisipasi. Termasuk memilih laptop. Kebetulan Bee memang berniat mengganti notebook yang sudah menemaniku lebih dari 10 tahun. Laptop yang Bee mau bukan...
Jam 9 pagi, lalu-lalang perahu, sampan, dan klotok terlihat sibuk di sekitar perairan Batu Ampar. Selama lima hari empat malam Bee tinggal di rumah yang memiliki teras belakang menghadap langsung ke sungai. Angin sepoi-sepoi yang berhembus tentu sangat menggoda buat rebahan sambil main HP dan scroll media sosial. Tapi Bee ingin menikmati waktu yang tersisa dua jam lagi sebelum kepulangan Bee ke Pontianak dengan menuliskan keseruan Bee selama di desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Perjalanan dari Pelabuhan Senghi, Pontianak ke Batu Ampar memakan waktu tiga setengah jam menggunakan kapal speed . Surprisingly , ini pertama kalinya Bee menemukan kapal speed dari Pontianak yang memiliki fasilitas AC, kursi yang nyaman, dan makanan (kemarin Bee dapat ayam geprek). Mendekati Pelabuhan Batu Ampar, Bee langsung dapat melihat Bukit Batu Ampar yang hijau dan bangunan-bangunan pertokoan dan rumah masyarakat di tepian sungai. Ajakan Spontan Uhuyyyy Sebelum ke Ba...