Jumat, Maret 29, 2013

Antara Asma Nadia dan Tasnya

Catatan: Ini adalah artikel yang saya posting di tahun 2013. Dan sekarang telah sedikit saya perbaharui.

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Assalamu'alaikum Wr Wb, teman teman ....^^

Hayo, siapa yang sudah baca Jilbab Traveler atau Jangan Jadi Muslimah Nyebelin? Ayo ngaku, ngaku gak (*rada maksa,hhe). Kalau yang udah baca pasti udah tau dong siapa penulisnya? Yap, Asma Nadia.

Nah ternyata eh ternyata, Mbak Asma Nadia juga punya bisnis yang gak kalah hebatnya. Salah satunya adalah Tas Asma Nadia.
  
Bisnis ini bermula ketika Mbak Asma Nadia sedang menghadiri undangan di Korea. Terus disana ketemu ransel-ransel imut yang lagi dijual. Dan bukan hanya di Korea, tapi seperti di Jenewa, Roma, Paris, Berlin, Manchester, Tokyo, Hongkong dan kota-kota lain yang juga menjual ransel-ransel imut. 

Sayangnya, ransel-ransel imut itu harganya WOW. Karena rasa ketidakpuasaan sebagai konsumen itulah Mbak Asma Nadia menyalurkan mimpinya lewat bisnis tas. Dan itu pun secara tidak sengaja Mbak Asma Nadia melihat sebuah tas yang diproduksi oleh suaminya untuk kepentingan pribadi.

Pengen lebih lengkapnya lagi? Yuk, simak cerita saya menarik dan seru bareng Mbak Asma Nadia.

Hari Senin lalu (25/03/13) gerimis kecil tidak menyurutkan niat saya untuk mengunjungi Toko Asma Nadia. Niat awalnya hanya untuk berkunjung dan membeli sesuatu disana. Tapi, malah kejutan yang datang. Sebelumnya saya sempat mengirim email ke Mbak Asma Nadia agar dapat diperbolehkan mewawancarai beliau terkait tugas mata kuliah Manajemen Syariah di kampus. Saya merasa harapannya sangat kecil untuk bertemu (Husnuzun aja, mungkin ada kegiatan^^). 

Jadi, saya dan teman saya (satu tim) mencoba mencari pengusaha lain yang dapat diwawancarai. Tapi, sepanjang jalan rasanya tidak ada yang klik di hati. Dan pada akhirnya saya lebih memilih untuk jalan-jalan saja. Dan tujuan jalan-jalan saya adalah ke Toko Asma Nadia.

Sesampai disana, saya pun masuk dan disambut dengan suasana yang tidak 'WAH' tapi sederhana dan bersahabat. Mata pun langsung dimanjakan dengan baju-baju dan rok yang tersusun di tempatnya. Secepat kilat saya pun mengalihkan pandangan dari pakaian-pakaian tersebut (*takutnya jadi pengen beli, hhe). 

Saat saya sedang asyik memilih buku cerita untuk adik saya. Tiba-tiba (*Ting Tong) rasanya ada seseorang yang datang. Seseorang yang bukunya biasa saya baca. Ya Allah, itu Mbak Asma Nadia bukan? Perasaan kacau, bingung dan gak tau harus ngapain. Apa harus nengok ke belakang untuk memastikan apa benar itu Mbak Asma Nadia? Atau tetap pura-pura milih barang? (*ups, ketauan. Hhe). Karena tadi saya lagi cari barang untuk hadiah adik saya, maka saya pilih buku cerita BIRDS. 

Saat mau bayar, tara~tara di depan saya ada Mbak Asma Nadia yang ternyata lebih anggun dari yang biasa saya lihat di foto dan di buku. 

Hem, ada pertanyaan dalam hati yang saling beradu. Apa kesempatan ini saya manfaatin untuk wawancara? Atau lebih baik gak usah wawancara? Malu soalnya? Tapi saya berpikir kembali, kalau malu terus kapan mau maju. 

Bismillah, akhirnya Mbak Asma Nadia mau dan bersedia untuk diwawancarai. Berikut wawancara seru bareng Mbak Asma Nadia:

Mbak, kapan Tas Asma Nadia mulai diproduksi dan dipasarkan?
Tas Asma Nadia dipasarkan sudah hampir dua tahun dan Toko Asma Nadia sudah satu tahun. 

Apa alasan Mbak Asma Nadia lebih memilih bisnis tas daripada bisnis yang lain?
Selain karena rasa ketidakpuasan sebagai konsumen. Bisnis itu haruslah sesuatu yang kita tau dan punya akses yang bagus. Ditambah lagi saya memang dari dulu sukanya ransel ketimbang barang yang lain.

Dimana Tas Asma Nadia diproduksi, Mbak?
Masih disekitar Depok.

Kemana saja sasaran pemasaran Tas Asma Nadia dipasarkan?
Sekarang kita sudah mulai ke seluruh Indonesia dan ekspor ke luar negeri seperti, Malaysia, Brunei Darusalam dan Australia.

Dari mana saja sumber modal awal untuk Tas Asma Nadia?
Sumbernya dari kombinasi income dari usaha lain

Berapa jumlah tenaga kerja disini?
Sekitar 14 orang, dominannya dari tim online, marketing, mengurus web, offline dan tim ekspedisi.

Apa saja hambatan-hambatan yang dialami, Mbak?
Hambatannya yang pertama adalah kurang pahamnya masyarakat kalau di Toko Asma Nadia bukan hanya ada buku, tapi juga ada tas. Yang kedua, tantangan kreatif tim untuk menghasilkan model tas yang menarik dan lucu. Yang ketiga, mempertahankan kualitas. Seperti bahan, benang hingga resleting dari yang terbaik. Dan yang terakhir, terbatasnya bahan-bahan motif di Indonesia.

Apa perbedaan Tas Asma Nadia dengan tas-tas yang lain?
Tas Asma Nadia ialah fungsional, memiliki kompartemen dengan 5-7 lapis, kaya warna, beragam ukuran, kualitas terbaik, aman, perlindungan maksimal, ringan, relatif tahan air, desain unik dan inovatif, harga relatif murah, garansi dan dapat memesan warna, model dan brand/logo. Disini kami selalu berusaha menempatkan diri kami sebagai konsumen. Sehingga tas yang kami produksi benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Bagaimana langkah strategi yang diambil?
Strategi yang digunakan adalah dengan mempromosikan lewat jejaring sosial (Facebook, Twitter, Fanpage dan Web), reseller dan toko.

Peminat Tas Asma Nadia dari mana saja, Mbak?
Peminatnya lebih ke kalangan muda. Baik untuk travelling atau yang hobi naik gunung sekali pun.

Planning kedepannya untuk usaha Tas Asma Nadia seperti apa?
Planningnya yang pertama, ingin dapat selalu menyediakan berbagai macam tas juga dapat memproduksi perlengkapan traveling. Kedua, Tas Asma Nadia dapat memberikan berbagai alternatif kebutuhan konsumen, seperti untuk traveler, umrah dan haji, sekolah, kuliah. Yang terakhir, membuka franchise Toko Asma Nadia di berbagai daerah, karena banyaknya konsumen yang ingin melihat produk Asma Nadia secara langsung.

Apa saja nilai-nilai syariah yang diterapkan di sini?
Nilai-nilai syariah yang di terapkan adalah sistem jujur. Apabila tas Asma Nadia terdapat adanya kekurangan, Asma Nadia atau tim akan memberitahukan hal itu kepada konsumen. Dapat menukar tas yang baru dengan garansi 3 bulan apabila terdapat kerusakan tas akibat salah produksi, bukan akibat pemakaian. Untuk Keuntungan dari penjualan tas ialah tidak melebihi dari 50%.

Kata-kata Motivasi untuk kita yang sedang atau akan mulai berbisnis?
Profesional itu adalah akhlak seorang muslim dalam berbisnis. Profesional itu tidak hanya menyediakan prodak yang baik. Akan tetapi, bisa berempati terhadap konsumen. Bisa mengetahui hal-hal yang membuat konsumen bahagia dan kecewa.
 
Okey deh Mbak, terima kasih atas informasinya. Maaf sudah mengganggu waktunya.

Alhamdulillah, setelah jepret sana sini. Akhirnya saya pulang dengan perasaan bahagia tak terkira (*hoho, lebay). Terima Kasih Mbak Asma Nadia.

Testimoni: 

Aktif di organisasi BEM sebagai DPM tentu harus bergerak aktif dan bawaannya tentu tidak sedikit. Apalagi akhwat yang satu ini seneng banget dengan yang namanya jalan-jalan. Keuis Kartinah, mahasiswi STEI SEBI jurusan Akuntansi Syariah ini memilih Tas Asma Nadia sebagai teman kemanapun ia berada, “Saya itu butuh tas yang bisa muat banyak barang, tapi gak mau tas yang besar. Kalau kecil yang ada gak bisa untuk banyak barang. Saat tau Tas Asma Nadia, itu langsung klop di hati. Mulai dari bentuknya yang unik dan simpel, terus beda dengan tas-tas yang lain. Sesuai banget dengan kebutuhan saya.”


Tas Asma Nadia Dok: 2013
Tas Asma Nadia Dok: 2013
Asma Nadia dan Saya (abaikan muka kucelnya XD) Dok: 2013
Keuis dan Tami (tim) Dok: 2013
 (Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan)

Info lebih lanjut:
www.TokoAsmaNadia.com
Mall Depok Ruko Blol A No.14 Samping Yamaha Music Margonda Depok
Telp: 081341241242
Email: admin@cekwebsite.com
This entry was posted in

2 komentar:

  1. Saya juga punya nih ransel Mbak Asma :D

    BalasHapus
  2. Okka ??
    Masih inget kakak kah ?
    Kaka baru buka blog nya, lupalupa inget itu poto bareng tami. ckckck

    BalasHapus