Langsung ke konten utama

Pertama Kalinya Ikut Buda' Blogger Pontianak Gathering di Hotel NEO Gajah Mada

Jam di layar handphone menunjukkan pukul 18:24 Wib. Sebelum berangkat, tak lupa Bee memastikan kembali baterai dan kartu memori sudah terpasang di dalam kamera. Lalu bergegas Bee taruh di dalam totebag. 

"Sudah pasti terlambat," gumam Bee dan kemudian sedikit menambah laju motor mengingat di undangan acara akan dimulai 6 menit lagi.

Ternyata arus lalu lintas kota Pontianak di malam jumat saat itu cukup ramai. Ada yang santai di coffee shop, berbelok menuju Mall, ataupun nongkrong di Taman Digulis. Sedangkan Bee dalam perjalanan menuju ke salah satu hotel bintang tiga Kota Pontianak, Hotel NEO Gajah Mada yang berlokasi di Jalan Gajah Mada untuk menghadiri Buda' Blogger Pontianak mini gathering

Sebelum makan-makan, kita foto dulu

Setelah hampir delapan tahun lamanya bergabung dengan Komunitas Buda' Blogger Pontianak, mini gathering malam itu lah (29/02) menjadi acara gathering pertama Bee bersama teman-teman satu passion di bidang blogging. Sebelumnya Bee hanya sebagai penonton dari jarak jauh dikarenakan saat baru menjadi anggota, Bee diterima bekerja di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Dan sejak tahun lalu setelah Bee resign dari pekerjaan, akhirnya Bee berkesempatan mengikuti beberapa kelas dan kegiatan Buda' Blogger Pontianak. 

Acara silaturahmi ini tepatnya diadakan di Noodles Now Rooftop & Bar Hotel Neo Gajah Mada yang berada di lantai 12. Sesampai di sana Bee bisa melihat beberapa blogger sudah datang dan kami semua terlihat kompak mengenakan pakaian sesuai dress code, hitam putih. Alunan musik religi dari salah satu penyanyi favorit Bee diputar, Maher Zain, mengingatkan Bee akan suasana bulan puasa yang sebentar lagi.  

Oh iya, awal masuk ke restoran outdoor-nya, mata Bee sudah tertuju ke booth di sebelah kiri pintu yang menyajikan makanan. "Wah ada ayam panggang," batin Bee dalam hati bersemangat melihat tiga ekor ayam panggang utuh. Di sampingnya ada dua panci besar berisi kuah mie ayam yang sedang dipanaskan. Kemudian ada nasi goreng dan rujak di sebelahnya. 

Acara pun dimulai dengan perkenalan oleh tim Hotel NEO Gajah Mada yang menceritakan bahwa menu makanan gathering kami malam ini adalah hidangan berbuka puasa nantinya di bulan Ramadhan di Hotel NEO Gajah Mada. Setelah beberapa menit ngobrol bareng, kami semua pun mulai melangkah ke depan booth untuk menyaksikan live cooking oleh chef dan asisten chef  Hotel NEO Gajah Mada. Ayam panggang yang tadi di awal Bee ceritain, di torch hingga berwarna coklat keemasan, semakin terlihat menggugah selera. Di sebelahnya ada asisten chef yang menyajikan nasi goreng khas Thailand. Untuk pertama kalinya Bee mencicipi nasi goreng dipadukan buah nanas yang dipotong dadu kecil. Tadinya Bee kira itu potongan kentang loh hehe, ternyata nanas.

Nasi Goreng Thailand di Hotel NEO Gajah Mada yang ada potongan nanasnya

Live Cooking di Noodles Now Rooftop & Bar Hotel Neo Gajah Mada

Aneka gorengan di Hotel NEO Gajah Mada

Ada yang bisa tebak Bee makan apa aja? Hehe

Guess what I found? Chocolate fountain! Segarnya buah disiram manisnya lelehan coklat. Ada kali Bee ambil sampai tiga tusuk hehe. Tidak hanya itu, berbagai macam makanan ringan lainnya seperti, kue bingke, klepon, putu ayu, hingga goreng pisang juga terhidang dan tentu saja sayang sekali kalau tidak Bee cicipi. Total ada 80 menu yang disajikan sebagai menu buka puasa di Hotel NEO Gajah Mada yang terdiri dari makanan utama, buah-buahan, cemilan seperti jajanan tradisional dan gorengan, macam-macam minuman, sop, dan banyak lagi.
 
Lelehan Chocolate fountain dan semangka yang bikin nagih

Pemandangan kelap-kelip lampu Kota Pontianak dari Rooftop Restoran Hotel NEO Gajah Mada

Mau makan indoor pun oke

Sembari menyantap makanan yang disajikan kita bisa menikmati indahnya pemandangan kelap kelip lampu Kota Pontianak, dan katanya di sini kita juga bisa melihat indahnya langit senja. Menarik ya? Buat Ayah Bunda yang ingin makan di sini dan mengajak buah hatinya yang masih bayi tidak perlu khawatir karena tersedia high cair atau kursi makan bayi. Fasilitas lainnya seperti mushola juga ada buat kita yang ingin melaksanakan ibadah shalat dengan kapasitas ruangan untuk 50 orang. 

"Menu berbuka puasa Ngabuburit Point, Iftar, Sunset & View di sini sistemnya buffet all you can eat dan hanya Rp. 125,000 per-orang. Setiap harinya kami menghidangkan menu yang berbeda dan bisa dipantau di Instagram @neogajahmada," ucap Bang Exsan, perwakilan dari Hotel NEO Gajah Mada di akhir acara. Bang Exsan juga menjelaskan bahwa makanan yang disajikan untuk berbuka puasa juga ramah untuk anak-anak, "untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun gratis, sedangkan usia 6-9 tahun cukup bayar 50% nya saja," tambah Bang Exsan menjawab pertanyaan dari salah satu anggota Buda' Blogger Pontianak.


Mini gathering berjalan lancar dan tentu saja kami semua pulang dengan hati senang, perut kenyang hehe, Alhamdulillah. Ah, menulis blog ini (jam 11 malam) Bee teringat lagi enaknya ayam panggang dan nasi goreng Thailand nya yang bikin lapar. So, sudah kepikiran nanti bulan puasa mau bukber di Hotel NEO Gajah Mada bareng siapa nih? 

Well
, terus bersyukur, dan tebar kebaikan! Sampai jumpa di blog post Bee selanjutnya. Salam!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu Telur

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu Telur Pernahkah anda  mencicipi sayur Bunga Tebu? Bagaimana rasanya? Enak bukan? Atau jangan-jangan belum pernah mencobanya? Atau tidak tau bahwa tanaman yang mirip tebu ini memiliki bunga yang dapat dimakan? Bunga Tebu atau biasa disebut Tebu Telur adalah termasuk jenis sayur-sayuran. Dalam bahasa latin namanya adalah Saccharum edule Hasskarl . Kalau di Jawa, Tebu Telur bernama Tiwu Endog atau Terubus . Sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan Tebu Endog atau Tebu Terubuk . Alasan kenapa bunga tebu ini disebut Tebu Telur karena teksturnya mirip dengan telur ikan. Awalnya ketika Mama menawarkan Tebu Telur , dibayangan saya bentuknya bulat-bulat putih, lembek seperti ulat. Saya diam saja ketika tau Mama berhasil memborong banyak Tebu Telur di pasar Sanggau untuk dibawa pulang ke Pontianak sebagai menu masakan di rumah dan oleh-oleh ke tetangga.

Gaya Berbusana Ramah Lingkungan Bersama Royal Golden Eagle (RGE)

Sustainable Fashion with Royal Golden Eagle Enggak apa-apa beli pakaian di toko-toko fast fashion , toh memang butuh dan terpakai, lagi pula tidak terus-terusan beli. Assalamu'alaikum. Hallo semuanya! Apakah kalian memikirkan hal yang sama? Begitulah respon Bee sebelum menulis tulisan ini. Berli ndung di kata-kata: terpakai dan tidak beli setiap saat, menjadi alasan untuk kita berbelanja pakaian fast fashion atau fesyen cepat. Namun setelah baca dan nonton berbagai referensi mengenai sisi gelap fast fashion , Bee rasanya ‘berdosa’, sedih, dan menyesal karena fast fashion tidak hanya berdampak buruk buat lingkungan, tapi juga sosial.