Skip to main content

Skenario Menuju Kematian



"Oca, kamu ada di kosan gak ntar sore? Oka mau main sekalian copy film Replay 1988, hehe."
Saya kirim pesan whatsapp ke Oca dan tak lupa memberikan emoticon tertawa di akhir pesan.

Bisa dibilang saya sesekali suka nonton drama korea dan sering nonton acara variety show korea. Replay 1988 yang diperankan actor tampan Park Bo Gum dan Hye ri telah mencuri hati saya. Sayangnya hanya 10 episode yang baru saya tonton. Sisanya masih di Oca.


Oca dan saya memang kerap berbagi film korea dan Running Man (acara variety show korea). Kalau sudah cerita tentang Running Man, rasanya waktu berjalan cepat. Tingkah lucu tujuh member dan guest tak pernah habis dibicarakan. Belum lagi misi-misinya yang mengocok perut. Bahkan karena saking Korea Addict, kami suka menyelipkan beberapa kata dalam bahasa korea ketika berbicara. Ah, seru pokoknya.



Karena itu hari Kamis sore (24/03/2016) sepulang dari kegiatan di Kampus, saya berjalan menuju kosan Oca. Laptop dan flasdisk 8GB sudah tersimpan manis di dalam ransel. Siap menerima transfer film-film.


"Ah, nggak ada salahnya refreshing sebentar dengan nonton drama," saya membatin dalam hati.  Langkah kaki pun semakin saya percepat saat memasuki barisan kosan putih.

Namun ketika tiba di kosan Oca. Semuanya menjadi ekpektasi bahkan bayangan semu. Kali itu sikap Oca tak seperti biasanya. Ada sedikit rasa kecewa tapi hati hanya bisa bilang, “Ya sudahlah.” Kami tak banyak saling bicara di senja yang kala itu telah membentuk garis jingga di langit biru gelap.


"Oka, mianeyo (bahasa korea: maaf). Kalau aku kasi film berarti sama juga mengajak Oka ke perbuatan dosa."


"Kalau Running Man bolehkan, ca? Itukan variety show. Nggak ada adegan romantisnya," ucap saya menawar.

"Nggak boleh juga, ka. Banyak tertawa bisa membuat hati keras. Lupa dan lalai  dengan Allah. Mbak Uswah pernah bilang kita nggak pernah tau kapan kita akan mati? Nauzubillah min zalik, jangan sampai meninggal saat kita sedang menonton film."


‘Deg’ meninggal? Kata yang sering terdengar dan kerap kali maknanya saya abaikan. Rasa takut dan tak siap mungkin menjadi alasan mengapa sering terlupakan. Hal yang bisa jadi banyak orang pun alami juga rasakan.


"Maaf ya, ka." ucap Oca membuyarkan lamunan.


"Nggak apa-apa kok, ca. Santai aja. Terima kasih sudah diingatkan."


Jawab saya sembari tersenyum. Awalnya memang kecewa. Tapi ada rasa haru karena telah diingatkan dalam kebaikan dan kemungkaran. Ah, percakapan sore itu mengingatkan kembali perkataan Mbak Ii kala siang di kampus tadi.


"Keadaan manusia saat meninggal adalah tergantung perbuatan yang paling sering ia lakukakanKalau sering main HP, bisa jadi meninggal ketika main HP. Kalau sering mengaji, bisa jadi juga meninggalnya saat tengah mengaji."

Sepanjang perjalanan pulang dari kosan Oca, saya terus kepikiran akan kematian. Suatu hal yang tak satupun manusia bisa menundanya dan mempercepatnya. Karena setiap yang bernyawa pasti akan kembali ke Maha Pencipta.


Saya pernah mendengar bahwa kehidupan ini bagaikan panggung sandiwara. Jika begitu berarti kitalah pemainnyaApabila kehidupan adalah awal cerita, maka kematian adalah akhir 
cerita. Karena setiap cerita tentu memiliki ending. Hanya tinggal pilih, apakah ingin sad ending atau happy ending?

Skenario menuju kematian seperti apa yang telah saya persiapkan di panggung sandiwara ini. Rasanya diri hanya sibuk dengan dunia. Ingin melakukan dan mendapatkan banyak hal Sedangkan ibadah masih belum pasti sempurna diterima.

Siapa yang bisa tahan saat nyawa mulai ditarik dari ujung kaki yang rasa sakitnya diibaratkan sama seperti ditusuk tiga ratus pedang. Lantas bekal apa yang sudah saya persiapkan menuju akhirat? Siapkah menghadapi kematian yang entah kapan waktunya?


Andaikan delapan hari lagi kematian tiba di depan mata, rasanya tentu kita ingin lari dari kenyataan bahwa akan meninggalkan orang-orqng tersayang. Saya sendiri masih memiliki banyak mimpi, belum membalas kebaikan orang tua, membanggakan mereka, belum menikah, belum lulus S1 dan banyak hal yang tak akan pernah habis diselesaikan. Tapi seperti yang diketahui tak ada satu orang pun bisa melawan ketetapan-Nya. Kehidupan dunia hanya sementara dan hanya persinggahan menuju akhirat yang kekal.


Memperbanyak taubat, melakukan amal jariyah, melunaskan hutang dan berkumpul bersama keluarga adalah empat hal yang akan saya lakukakan dalam skenario menuju kematian.


Selain memohon ampunan dari shalat taubat, maka melakukakn amalan yang terus mengalir menjadi hal yang ingin saya lakukan selanjutnya. Seperti ilmu yang bermanfaat dan harta yang disedekahkan. Yang ketiga adalah melunaskan hutang karena saya pernah dengar bahwa hutang akan dibawa mati dan menjadi penghalang diri saat di akhirat nanti. Lalu terakhir berkumpul bersama keluarga. Karena merekalah semangat dan energi saya.

Rasulullah SAW berkata dalam hadits riwayat Thabarani dan Al Hakim, "Al mautu tuhfatul mukmin," artinya kematian adalah hadiah bagi orang beriman. Percaya kematian pun termasuk percaya akan hari akhir. Dimana hal ini merupakan kewajiban seluruh mukmin.

"Oka, mana lanjutan drama Replay?" Tanya teman satu kosan sewaktu saya tiba di kosaan.


"Oca nggak mau kasi. Dia bilang nggak mau menjerumuskan kita ke perbuatan dosa. Tapi Oca ada kasi video nih. Video Nouman Khan sama Dr. Zakir Night, hehe. Katanya sih bagus."

"Iih so sweet," respon teman-teman kosan saya tak menggambarkan raut kekecewaan.


Ah, bagaimana ini. Bisakah saya menahan diri untuk tidak nonton drama korea lagi? Semoga kita semua dalam lindungan Allah dan terus menuju proses kebaikan.


“Tulisan ini diikutkan dalam dnamora Giveaway”

Comments

  1. Temannya baik banget ya, Mbak. Berani menentang kawan untuk kebaikan bersama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya fah. kan jarang banget yang tegas begini. biasanya kan suka gak enakan kalau negur atau ngelarang

      Delete
  2. ikut tertohok sma pesan yg disampaikan :( Terimakasih tulisannya Okaa, Melimpah berkah segala urusannya,, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. semoga doa yang baik ini kembali ke mbak desi juga :)

      Delete
  3. Salam kenal kak Oka, semoga kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan ya.. :)

    ReplyDelete
  4. I am sure this post has touched all the internet viewers, its really really nice paragraph on building up new blog.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih sudah sharing, terimakasih juga sudah mengingatkan..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu Telur

Sayuran Khas Indonesia: Enaknya Tebu TelurPernahkah anda  mencicipi sayur Bunga Tebu? Bagaimana rasanya? Enak bukan? Atau jangan-jangan belum pernah mencobanya? Atau tidak tau bahwa tanaman yang mirip tebu ini memiliki bunga yang dapat dimakan?
Bunga Tebu atau biasa disebut Tebu Telur adalah termasuk jenis sayur-sayuran. Dalam bahasa latin namanya adalah Saccharum edule Hasskarl. Kalau di Jawa, Tebu Telur bernama Tiwu Endog atau Terubus. Sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan Tebu Endog atau Tebu Terubuk. Alasan kenapa bunga tebu ini disebut Tebu Telur karena teksturnya mirip dengan telur ikan.
Awalnya ketika Mama menawarkan Tebu Telur, dibayangan saya bentuknya bulat-bulat putih, lembek seperti ulat. Saya diam saja ketika tau Mama berhasil memborong banyak Tebu Telur di pasar Sanggau untuk dibawa pulang ke Pontianak sebagai menu masakan di rumah dan oleh-oleh ke tetangga.

Sebelum Membagikan Pesan Informasi di Media Sosial, Cek Dulu Lima Tips Anti Hoax Ini

Assalamualaikum. Hallo Semuanya?
Kamu pernah nonton iklan dari Thailand yang bercerita tentang seorang bos pemilik pasar yang videonya viral di dunia maya?
Di video viral tersebut, si bos terlihat sangat sombong dan pelit. Ternyata eh ternyata, video itu bukanlah kenyataannya. Setelah menonton video itu Bee jadi tersadar, ternyata tidak semua video, tulisan, ataupun foto merupakan sebuah fakta. Karena bisa jadi apa yang kita lihat dan tonton dari balik layar gadget tidak selalu lengkap atau benar.

Berita ataupun konten yang salah atau tidak sesuai kebenaran lebih sering kita kenal dengan sebuatan HOAX. Benar gak?
Saat ini Bee rasa sudah semakin banyak orang yang mulai menyaring setiap konten baik tulisan ataupun video sebelum jempol mengklik “Share”. Bahkan terkadang Mama ataupun orang–orang di sekitar Bee bertanya, “Eh, berita ini benar nggak ya?”, “Emang iya ya berita ini?”.
Nah tapi sebagian dari kita juga masih suka bingung dan bertanya–tanya dengan diri sendiri seperti, sebenarnya i…

4 Hal Kenapa Lebih Baik Kuliah di STEI SEBI

Selama liburan, banyak yang bertanya-tanya ke saya, "kuliah di kampus mana?" Saya jawab, “STEI SEBI di Depok.” Tapi rasa ingin tau mereka biasanya tidak cukup sampai disitu. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Depoknya dimana? Itu kampus apa? Ada berapa fakultas? Semester berapa? Jurusan apa? Kenapa kuliah disana?” Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan terkait kampus tercinta saya. Tapi tidak saya pungkiri banyak yang ujung-ujungnya malah menjurus pada pertanyaan, “Kapan nikahnya?” atau “Cowoknya siapa?” *tepok jidat*.
Baiklah kali ini saya bukan mau curhat karena ditodong seputar pertanyaan “mana cowoknya?”. Tapi saya ingin bercerita seputar kampus saya. Alasanya sih simpel, agar semua orang kenal kampus STEI SEBI Depok.
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Depok. Terletak di Jalan Raya Bojongsari, Gang Mungkin Bojongsari Depok. Terdapat dua jurusan, yaitu Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah.
Berikut 4 Hal Kenapa Lebih Baik Kuliah di STEI SEBI. Sebenarnya banyak sih, bukan …