Rabu, Oktober 14, 2015

Budaya Korea: Serunya Belajar Kaligrafi

BeeBalqis
Special Class: Chuseok

Annyeonghaseyo…. *membungkukkan badan :)

Sebelumnya saya pernah curhat menceritakan impian pada postingan: Merayakan Usia Baru: Menciptakan Impian. 

Tentu traveling ke Negeri Kimichi juga menjadi impian beberapa orang, bukan? Negeri yang memiliki keindahan alam dan keunikan budaya. Salah satu kebudayaan Korea yang terkenal adalah Kaligrafi. Nah, kebetulan 25 September lalu saya mengikuti special class (kelas kaligrafi Korea) dalam memperingati Chuseok di Korean Cultural Center. Dan ceritanya telah saya tuliskan di postingan ini.
Chuseok
Chuseok Special Class | Sumber disini

***
Korea Cultural Center Indonesia
Suasana Kelas Kaligrafi | Sumber disini

Saat pintu dibuka saya dan 29 orang lainnya langsung memenuhi ruangan kelas yang lebih tepatnya seperti aula luas. Meja-meja berukuran panjang disusun rapi menghadap sebuah panggung cukup besar dengan layar putih untuk memproyeksi gambar dari proyektor. Setiap meja telah dilapisi koran di atasnya dan berbagai peralatan yang entah apa kegunaanya. Tanpa ragu saya memilih duduk di barisan pertama.

“Boleh gabung?” sapa seorang cewek yang menutupi kepalanya dengan kain biru berbahan paris. 
"Iya, boleh.” 
“Nama kamu siapa?” 
"Nadia. Kamu?” 
“Oka.”
Tidak lama setelah perkenalan singkat, kelas kaligrafi pun dibuka oleh Mc. Sebelum mulai belajar kaligafi, sebuah video kira-kira berdurasi 10 sampai 15 menit diputar. Menjelaskan bagaimana meriahnya perayaan Chuseok di Korea.

Selain Seolla, Korea juga memiliki hari libur resmi lainnya. Chuseok atau disebut juga Harvest Moon Festival (Perayaan Bulan Musim Panen). Perayaan yang hanya terjadi setahun sekali ini akan jatuh pada pada bulan ke-8 hari ke-15 menurut kalender lunar. Momen seperti ini sangat dinanti masyarakat Korea karena merupakan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman, mengunjungi altar leluhur dan berterima kasih kepada arwah leluhur. Maka dari itu Chuseok juga disebut sebagai A Korean Thanksgiving Celebration bersama keluarga.

Saat Chuseok keluarga besar mengadakan pesta makan sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen. Makanan khas saat perayaan ini beragam, tapi yang paling terkenal adalah kue berbahan dasar tepung beras diisi kacang atau wijen. Kue Songpyeon. Dari artikel yang saya baca, kue ini memilliki mitos yang unik.

Korea Cultural Center Indonesia
Kue Songpyeon | Sumber disini 

“Bagi jomblo membuat songpyeon haruslah sebagus mungkin, sehingga nanti akan mendapatkan pasangan yang juga bagus (baca: cantik atau tampan).”

Selain itu ada pula permainan yang diadakan untuk memeriahkan perayaan Chuseok seperti Sonori (permainan sapi), Geobuknori (permainan kura-kura), Ganggangsullae (tarian melingkar) dan Ssireum (bergulat). Dari sekian banyak permainan tradisional  Korea, ganggangsullae yang sangat ingin saya mainkan. Sekilas tarian melingkar ini rasanya mirip permainan ular naga di Indonesia :D.

Setelah video pengenalan Chuseok berakhir maka pertanda bahwa pelajaran kaligrafi akan segera dimulai. Selanjutnya Mc memperkenalkan Park Kim Hyun sonsengnim (guru) yang akan mengajarkan kami bagaimana membut seni artistik hangul. *Maaf apabila salah menuliskan nama*

Korea Cultural Center Indonesia
Park Kim Hyun sonsengnim | Sumber disini

Sonsengnim pun memperkenalkan alat-alat yang berada di atas meja kami. Yaitu ada ‘But’ (kuas), Mog’ (tinta), ‘Jongi’ (kertas) dan Byuru’ (wadah tinta). ‘Jongi’ memiliki dua sisi yaitu sisi lembut dan kasar. Dan sisi yang digunakan adalah sisi kasarnya. ‘But’ (kuas) yang dipakai berbeda dengan kuas yang biasa digunakan untuk melukis cat air. Karena ‘but’ memiliki ukuran yang panjang. Persis seperti yang biasa digunakan pada drama-drama kerajaan Korea. ‘Mog’ (tinta) yang digunakan adalah berbentuk sebuah balok batangan berwarna hitam. Untuk menghasilkan tinta, kita harus menuangkan sedikit air ke ‘byuru’ (wadah tinta). Lalu 'mog' digosok-gosokkan perlahan dengan gerakan memutar ke air yang telah dituangkan di byuru selama dua puluh menit. ‘Byuru’ (wadah tinta) yang saya gunakan mungkin terbuat dari kayu dan memiliki ukiran naga di tepinya.


BeeBalqis
Peralatan Kaligrafi

BeeBalqis
'Jongi'

Pantas saja Seni Kaligrafi juga disebut pelatihan emosi dan mendisiplinkan pikiran. Karena cukup menguji kesabaran seperti saat menggosok ‘mog’. Lima menit masih semangat dan bertahan, sepuluh menit tangan mulai terasa pegal. Lima belas menit, tangan terasa berat. Kalau saja tidak sabar, pasti sudah menyerah.

Setelah air dalam ‘byuru’ berwarna hitam pekat layaknya tinta. Maka tahap selanjutnya ‘but’ dibasahi tinta sampai tidak terlihat lagi warna putih pada kuas. Untuk membuat kaligrafi hangul tentu kita juga harus memperhatikan cara dan ketentuannya. Pertama, harus dimulai dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Kedua, cara memegang ‘but’ ialah  dengan meletakkan jari tengah serta telunjuk di depan dan jempol dibelakang. Ketiga, saat menulis kaligrafi di ‘jongi’ (kertas) maka posisi 'but' haruslah tegak dari awal menulis hingga akhir. ‘But’ tidak boleh miring ke kiri atau ke kanan. Bagaimana? Benar-benar menguji dan melatih emosi serta kesabaran bukan? Hehe.

BeeBalqis
Abaikan garisnya yang besar-kecil XD

For your information, jika seseorang seseorang membuat karya kaligrafi dan memberikannya kepada seseorang. Maka itu melambangkan betapa ia sangat menghormati orang tersebut. Karena kaligrafi adalah hadiah dari hati.  Bahkan seniman-seniman kaligrafi mengungkapkan bahwa:

“Kaligrafi bukan hanya proses menciptakan ukiran kata-kata di atas kertas tapi juga ukiran dalam hati.”

Setelah pelajaran kaligrafi selesai, kami foto bersama dan menikmati kue Songpyeon dan Sikhye yang terbuat dari beras.

Korea Cultural Center Indonesia
Tara~ say: Kimchi :) | Sumber disni
BeeBalqis
say kimchi =)
beebalqis
(Kiri) Sikhye, (kanan) Songpyeon

Bagaimana tertarik mengenal kebudayaan Korea? Tidak perlu menunggu ke Korea dulu jika ingin belajar kebudayaan dari negeri ginseng ini, karena kesempatan belajar ada dimanapun. Saya harap negara-negara lain juga sering mengadakan kegiatan kebudayaan seperti Korea Cultural Center. Semoga ya.

Bagi kamu yang ingin belajar kebudayaan Korea, bisa langsung cek akun Facebook Korea Cultural Center, klik disini. Karena kegiatan yang diadakan selalu beragam dan menarik. Siapa tau nanti kita ketemu? Hehehe *pede XD.

18 komentar:

  1. iiihhh serunyaaaaaa.... say kimchiiii :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak acaranya seru ey. Next event ikut ya... :D

      Hapus
  2. seru, mba :D kapan ya bisa ikutan event2 korea cultural center. aku jauh dari jakarta hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emangnya mbak ila dimana? tenang pintu kosan saya terbuka. Hehehe:D

      Hapus
  3. saya pernah belajar nulis kanji. Kayaknya mirip-mirip, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mbak. baru kepikiran.

      Kenapa waktu itu gak nanya ya sama Sonsengnim nya, perbedaan kaligrafi korea dgn yg lain ap???

      Hapus
  4. kuenya unik, rasanya gimana ya...warna-warni gitu... Mbak, Masker Wardah sudah ada, emang kadang kosong dan habis..hehee. Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasanya enak kok mbak :)

      Benarkah? Berarti siapa cepat dia dapat ya... :D salam kenal juga.

      Hapus
  5. Kue Songpyeon itu menarik sekali ya, pingin tau rasanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena dari tepung beras, jadi sedikit kenyal-kenyal gitu mbak. But so far enak dan sesuai lidah indonesia kok mbak.

      Hapus
  6. Kue songpyeon itu keliatannya seperti ronde kalo di Indonesia ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena warna warni ya mbak... hehe :D

      Hapus
  7. wahhhh aku gak diajak sama okka, koreaaa kapan aku ke sana? T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aa miane mbak ev. in sya Allah ntar klu ada event lagi saya kasi tau deh...

      Iya nih mbak. Beijing kapan saya juga kesana???? :(

      Hapus
  8. idiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh keren bingitsssssss

    BalasHapus
  9. hasil kaligrafinya mana? hihiihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi hasil kaligrafi saya acak kadut. jadi enggak ditunjukin deh. XD

      Hapus