Kamis, Juni 16, 2016

Menjelajahi Pesona Musim Panas di Hawainya Jepang (Okinawa)

HIS Summer Trip
Menjelajahi Pesona Musim Panas di Hawainya Jepan (Okinawa)

Gadis bertubuh mungil bernama Balqis tersenyum lebar menatap layar handpon di kedua tangannya. Secarik kertas bertuliskan doa dan namanya difoto berlatarkan bunga sakura yang bermekaran.

“Balqis, you’ll come to Japan soon.

Kalimat yang tak lebih dari sepuluh kata tersebut sungguh membuat pipi chubby-nya terus mengembang mengikuti senyumnya yang masih membingkai. Ia yakin, suatu hari nanti raganya pun akan menyusul kesana.

***

“Ia mampu menekan keraguan kita akan masa depan. Melangkah bersamanya membuat diri tau apa yang benar-benar diingakan dan dicapai. Ia adalah bernama Impian.”


Hari Pertama:

Tiba di Okinawa


Mimpi yang selama ini Balqis terbangkan akhirnya terwujud dari arah yang tak pernah diduga. Benar saja kata orang-orang bahwa doa dan usaha tak akan menghianati impian. Kini Negeri Sakura menunggu kedatangannya.

Perjalanan udara yang panjang dan transit berkali-kali membuat tubuh Balqis terasa remuk. Tapi semuanya terbayarkan saat menginjakkan kaki di Bandara Naha Okinawa. Sewaktu keluar Bandara, ia telah disambut aroma musim panas. Langit biru cerah dan matahari yang semangat menyinari Hawainya negeri Jepang. The Japanese Hawaii.

Sesuai arahan Teh Dina Saputri via email, step selanjutnya yang ia harus lakukan adalah menuju Hotel. Perjalanan menuju penginapan ala solo traveller kali itu menggunakan monorail atau disebut juga Yui Monorail. Tak sampai lima belas menit gadis berjilabab lebar tersebut sudah tiba di stasiun tujuan, Stasiun Kencho-mae. Dari stasiun ia cukup jalan kaki sebentar, lalu hotel yang dituju pun terlihat. Hotel yang tak jauh berada di kawasan Kokusai Dori. Daerah utama Kota Naha.

Selama lima hari empat malam, Balqis menjelajahai setiap sudut kota. Mulai dari tempat-tempat bersejarah, tempat wisata dan pantai-pantai indah di Okinawa 

Hari Kedua:

Shuri-jo Castle


Tempat pertama yang ia kunjungi adalah sebuah tempat yang menjadi warisan dunia UNESCO dan jejak kejayaan Kerajaan Ryukyu .Jilbab biru dan outer yang dipakainya sangat pas dengan cuaca dan langit cerah.

“Kamu sudah siap?” 

Tanya seorang wanita di balik pintu kamar dari luar. Seorang wanita asal Bandung yang telah menetap di Okinawa. Meskipun usianya hampir memasuki kepala empat, tapi wanita bernama Dina Saputri tersebut tetap terlihat bugar dan sehat.

“Siap. Yuk cus berangkat!” jawab Balqis langsung mengendong ransel hitam di bahu.

Debar haru dan bahagia tak dapat ia sembunyikan di sepanjang jalan menuju salah satu tempat yang menjadi bukti masa kejayaan Kerajaan Ryukyu. Shuri-jo Castle.

“Kenapa Okinawa?” Teh Dina membuka percakapan. Sepontan Balqis pun terbangun dari lamunannya. Tatapan matanya pun beralih ke Teh Dina yang sedang menunggu jawaban.
“Menurut saya Okinawa adalah destinasi yang tepat dan sesuai dengan tema tulisan yang akan saya buat. Bukankah saat musim panas seperti ini akan terasa lebih pas jika menikmatinya di daerah seindah, secerah dan sebiru Okinawa?” 
“Haha, kamu benar. Anyway kita sebentar lagi sampai. Siap-siap ya.”

Setelah perjalanan 16 menit menggunakan Yui Monorail dari Stasiun Kencho-Mae, akhirnya mereka tiba di Stasiun Shuri. Lalu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 950 meter menuju gerbang Istana Shuri-jo.

Sayang sekali saat mereka tiba disana, Ukeejo-Shiki atau upacara pembukaan Taman Istana Shuri-jo telah usai. Namun hal tersebut tak mengurangi semangat Balqis menelusuri sejarah Kerajaan Ryukyu di Istana Shuri-jo yang menjadi pusat politik, diplomasi dan budaya pada masanya. 

“Istana yang didominasi warna merah menyala ini memiliki tiga area. Pertama, area ritual yang berada di tengah bernama Kyo-No-Uchi. Lalu area pribadi atau untuk keluarga yang diberi nama Ouchibara. Terakhir area pemerintahan yang memiliki bangunan tinggi bernama Una.” 

Teh Dina menjelaskan dengan detail dan fasih. Ia pun menceritakan bahwa istana megah ini sempat mengalami kebakaran sebanyak tiga kali pada zaman Kerajaan Ryukyu. Termasuk saat terjadinya perang dunia kedua. Seluruh istana terbakar sewaktu itu.


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Shuri-Jo Castle | Sumber: Okinawa Island Guide

Puas berkeliling di Istana dan taman Suri-jo, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi yang tak kalah menariknya. Masjid satu-satunya yang berada di Okinawa. Masjid Rahmatalil’alameen.

How to get to Shuri-Jo Castle:

1. Yui Monorail: Dari Stasiun Kencho-Mae turun di Stasiun Suri lalu jalan kaki 12 menit atau berjarak 950 meter dari stasiun menuju gerbang istana. Lama perjalanan 28 menit dan total biaya ¥300

2. Bis : Dari Kencho-Mae jalan kaki ke bus stop di Okinawa Bank Head Office. Lalu naik bis ke arah Yamakawa. Setelah itu jalan kaki 15 menit menuju gerbang istana. Lamanya perjalanan 36 menit dengan total biaya ¥230

Alamat Shuri-Jo Castel: 2-Shurikinjocho, Naha, Okinawa Perfecture 903-0815, Japan.

Discover Islam in Okinawa


Cuaca yang panas membuat bulir-bulir keringat mengalir begitu saja di balik jilbab biru Balqis. Sedangkan Teh Dian yang mengenakan kaos oblong putih bertuliskan “Go Rock” tengah sibuk mengibaskan kipasnya ke wajah. Sementara perjalanan menuju Halal Food Store di Minamiuebaru masih harus ditempuh dengan jalan kaki sejauh 1,5 km atau sekitar 20 menit.

Sebelum ke Masjid Okinawa, memang Balqis meminta untuk singgah ke Halal Food Store terlebih dahulu. Mengingat ia sangat sulit menemukan makanan halal disini. Ntah itu roti ataupun mie instan.


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Halal Food Store | Sumber: Fanspage Facebook Halal Okinawa Food

Sesampai di Halal Food Store, Balqis meraih tiga bento dan minuman dingin. Tak lupa roti dan selai. Lalu makanan ringan untuk dibawa pulang ke Indonesia. 

Setelah menghabiskan makanan dan mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke Okinawa Mosque. Tanpa diduga pertolongan Allah kembali menghampiri mereka, ketika Teh Dina dan temannya asal Okinawa tak sengaja bertemu di Halal Food Store. Ternyata teman Teh Dina bernama Yoshi dengan senang hati mau mengantar ke tempat-tempat tujuan mereka hari itu.

Masjid Rahmatalil’alameen

HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Okinawa Mosque | Sumber: blog danangprabowo.wordpress[dot]com

Masjid Rahmatalil’alameen adalah masjid satu-satunya yang berada di Okinawa. Selain itu ada pula musholla-musholla kecil di berbagai daerah Okinawa. Seperti di hotel, restoran muslim, Bandara Naha dan Aeonmall Okinawa Rycom.

Masjid yang terletak tak jauh dari Rumah Sakit Universitas Ryukyus ini memanglah tak seluas masjid-masjid di daerah bagian Jepang lainnya. Tapi berbagai aktifitas seperti Di tausiyah atau ceramah dan shalat ied rutin dilakukan disana.

Setelah melaksanakan shalat dan berdiskusi dengan saudara muslim disana. Balqis dan Teh Dina pun melanjutkan perjalanan ke Itoman menggunakan mobil Yoshi. Berkali-kali Balqis mengucap syukur dapat berkesempatan silaturahim dengan teman-teman sesama muslim di Okinawa.

How to get to Halal Food Store: Nakagusuku-son, Nakagami-gun, Okinawa, 901-2424, Japan.


Transportasi Umum: Jika naik monorail dari Naha, turun di Stasiun Furujima. Dilanjutkan naik bis di Furujimaekimae lalu turun di bus stop Ryudaiiriguchi dan jalan kaki 19 menit menuju tempat tujuan (1,5 km). 


How to get to Masjid Okinawa: 903-0125 Okinawa-ken, Nakagami-kun, Nishihara-cho, Uehara.

Transportasi umum: Tidak jauh berbeda dari Halal Food Store, karena tempat mereka cukup dekat. Turun di pemberhentian akhir di Ryudaiiriguchi (Rumah Sakit Universitas Ryukyu). Lalu jalan kaki selama kurang lebih lima menit lurus dari gerbang Nishihara.

Okinawa Prefecture Peace and Memorial Museum

HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Okinawa Prefecture Peace and Memorial Museum | Sumber: nymphalidae5
HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Okinawa Prefecture Peace and Memorial Museum | Sumber: okinawahai[dot]com

Berdasarkan cerita para traveller dari berbagai website, jika ke Okinawa rasanya akan tidak sah kalau tidak ke Museum yang terletak di Itoman. Empat puluh lima menit kemudian mereka tiba di area Okinawa Prefecture Peace and Memorial Museum

Suasana museum terlihat tenang. Terlihat tak banyak turis yang datang hari itu. Isi museum ini menceritakan sejarah juga hubungan antara Jepang dan Amerika saat perang dunia kedua. Dimana bertahun-tahun yang lalu perang tersebut terjadi disana. Menjelajahi setiap sudut museum seolah membawa Balqis kembali ke masa berdarah tersebut.

Tak hanya musiumnya yang menakjubkan, tamannya pun tak kalah indah. Suasana disana terasa tenang, teduh dan damai. Beberapa turis terlihat sedang jalan santai menikmati keindahan taman.

How to get to Okinawa Prefecture Peace and Memorial Museum: 614-Mabuni, Itoman, Okinawa Prefecture 901-0333, Japan. 

Transportasi Umum: Jika naik bis dari terminal Naha maka dua kali transit. Pertama transit di terminal Hyakuna lalu transit kembali di terminal Itoman. Pemberhentian terakhir di bus stop Okinawa Peace Hall Entry. 

Ryukyu Glass Village


Berhubung berada di Itoman, Yoshi merekomendasikan untuk singgah ke Ryukyu Glass Village yang masih satu daerah Itoman. Perjalanan menuju tempat kerajinan tersebut tak lebih dari lima belas menit. Untunglah setiba disana Ryukyu Glass Village belum tutup. 


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Ryukyu Glass Village | Sumber: e-pon[dot]com

Setelah perang dunia kedua usai, jumlah botol-botol minuman yang dibuang oleh angkatan bersenjata Amerika di Okinawa sangat banyak. Melihat ini pengrajin-pengrajin lokal menyulap botol-botol tersebut menjadi kaca lalu diiolah menjadi barang kerajinan tangan bernama Ryukyu Glassware. Kini Ryukyu Glassware menjadi buah tangan favorit turis.


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Hasil kerajianan tangan dari kaca | Sumber: Okinawa Island Guide

Disana Balqis terlihat antusias melihat proses pembuatan kerajinan tangan dari kaca menjadi berbagai macam barang. Mulai dari kaledoskop, figuran, gelang dan masih banyak lagi. Tak hanya Balqis yang menikmati tour di Ryukyu Glass Village, tapi ada juga anak-anak kecil yang bersemangat melihat proses pembuatan Ryukyu Glass.

Alamat Ryukyu Glass Village: 169 Fukuji, Itoman, Okinawa Prefecture 901-0345, Japan. Dari Okinawa Prefecture Peace and Memorial Museum cukup sekali naik bis, turun di Namihira Iriguchi. 

Hari Ketiga:

Nakagusuku Castle


Selain Istana Shuri-jo sebagai warisan dunia UNESCO ada pula Istana Nakagusuku yang terletak di daerah Kitanakagusuku, Nakagami-gun. Istana ini terletak di perbatasan Kota Chatan, Kota Ginowan dan Kota Okinawa.

“Qis, nanti setelah di Nakagusuku kita dijemput teman Yoshi. Dia yang akan menemani dan mengantar perjalanan hari ini.”

Ada rasa bersalah dan tak nyaman yang mengganjal hati Balqis saat mendengar ucapan Teh Dina. Semenjak perjalanan kemarin dari Shuri-Jo Castle menuju Halal Food Store, ia mulai merasa tak enak hati.

“Teh, maaf ya kemarin saya keras kepala dan ngotot pake transportasi umum. Jadinya kemarin kita panas-panasan jalan kaki.”
“Ya ampun kamu diam dari tadi karena memikirkan itu. Tenang aja qis, Teteh udah puluhan tahun disini. Jadi sudah biasa jalan kaki, hehe.”

Mereka pun saling tersenyum dan suasana kembali cair seperti semula.


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Kitanakagusuku Village | Sumber: Okinawa Island Guide

Setiba di Kitanakagusuku Village, Balqis dan Teh Dina pun berjalan menuju Istana. Perkampungan ini memanglah menjadi tempat kediaman U.S Military selama perang dunia kedua. Jadi tak heran arsitektur bangunan dan rumah disana bergaya Amerika. Salah satu bangunan bersejarah di Kitanakagusuku Village adalah Nakagusuku Castle. Bahkan beberapa dari bangunan tersebut ada yang telah berubah menjadi café-café bergaya barat. 

How to get to Nakaguguku Castle: Dari terminal bis Naha, dua kali ganti bis. Pertama naik bis ke arah Omoromachi Sta.Square, turun di bus stop Kokuba. Lalu dilanjutkan naik bis ke arah Awase Eigyosho, turun di Kuba. Jalan lima belas menit menuju area Kitanakagusuku Village. Lama perjalanan satu setengah jam.

Mihama American Village


Setelah puas mengabadikan sejarah dunia, perjalanan selanjutnya adalah ke Mihama American Village. Namun sebelum itu, Balqis meminta untuk singgah ke Aeonmall Okinawa Rycom untuk melaksanakan shalat di Prayer Room yang disediakan disana.


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Prayer Room untuk shalat di Aeonmall Okinawa Rycom | Sumber: Grup Facebook Masjid Rahmatalil'alameen

Perjalanan dari Aeonmall Okinawa Rycom ke Mihama American Village memakan waktu 19 menit dengan menggunakan mobil milik teman Yoshi yaitu Kazubo. Syukurnya Balqis dapat bernafas lega karena pria berbadan besar tersebut dengan senang hati mau mengantar mereka seharian dengan setengah harga.

Mihama American Village adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi turis. Bangunan yang kental bernuansa barat ini jauh berbeda dari bangunan-bangunan di daerah Okinawa lainnya. Toko-toko disana menjual berbagai barang amerika dan restoran bergaya amerika. Bahkan disana juga terdapat kincir anginnya.

“Asal kamu tau qis, tempat wisata ini terletak paling dekat dengan pangkalan militer Amerika di daerah Chatan loh,” ujar Teh Dina lalu meminum kembali soft drink miliknya.

Dari pengamatan Balqis, terlihat beberapa orang dan turis tengah asyik duduk santai di café, bersepeda, fish spa juga bermain skate. Jadi tak salah rasanya tempat ini juga dijuluki “Little America”.

Alamat Mihama American Village: Mihama Chatatan, Nakagami District, Okinawa Prefecture 904-0115, Japan 


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Foto dulu ah kincir angin di Mihama American Village | Sumber: Scyld Scefing

The Japanese Hawaii


Sepulang dari Mihama American Village, perjalanan selanjutnya adalah menikmati deru ombak dan birunya laut di pantai. Gadis kelahiran Pontianak tersebut memang sudah menanti-nanti destinasi ini. Mumpung berada di Okinawa, pantai adalah tempat terbaik menikmati musim panas. Terlebih lagi julukan Hawainya Jepang disematkan di Okinawa.

Sunset Beach


Tak jauh dari Mihama American Village terdapat banyak pantai yang dapat dikunjungi disana. Salah satunya adalah Sunset Beach yang masih terletak di Chatan-cho, Mihama. Meskipun jaraknya sangat dekat dari Mihama American Village, tapi Teh Dina dan Kazubo menyarankan untuk tetap menggunakan mobil saja agar tidak bolak-balik dan sepulang dari Sunset Beach bisa segera melanjutkan perjalanan. Meskipun sebenarnya di dalam hati Balqis, ia lebih senang jika dapat berjalan kaki saja. Namun tak ingin keras kepala dan memaksakan kehendak lagi. Sebab tentu Teh Dina dan Kazubo lebih paham medan disana.


HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Sunset Beach | Sumber: Patrick Picotin

Sesampai di Sunset Beach, Balqis langsung disambut hembusan angin laut, langit biru cerah dan air laut yang biru kehijauan. Sudah tak terhitung berapa kali kamera miliknya membidik keindahan alam Okinawa dari berbagai sudut. Sedangkan Teh Dina dan Kazubo pun sangat antusias selfie dengan kamera mereka masing-masing.

Semua orang bebas menikmati keindahan Sunset beach tanpa dipungut biaya alias gratis. Tempat parkirnya pun luas, bisa menampung ratusan mobil. Disana juga terdapat fasilitas seperti restroom, showers, coin lockers, parsol dan summer bed. Sayangnya di Sunset Beach tidak cocok untuk melakukan aktifitas snorkeling. Lifeguards yang berjaga pun selalu siap siaga.

Araha Beach


Setelah puas bermain air di Sunset Beach, Balqis bersama Teh Dina dan Kazubo melanjutkan perjalanan ke Araha Beach yang kebetulan dilewati menuju jalan pulang ke Kota Naha.
HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang

HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Araha Beach | Sumber: Jessa Martin

Sama halnya dengan Sunset Beach, pantai yang masih terletak di Mihama ini pun tak dipungut biaya. Fasilitas yang disediakan juga tak jauh berbeda dari Sunset Beach. Yang mebedakan Pantai Araha adalah terdapat playground untuk anak-anak. Sayangnya pantai ini hanya dibuka dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore. Sehingga Balqis harus berlapang dada tak dapat berlama-lama menikmati sunset disana.

Sebelum ke hotel, Kazubo mengajak mampir makan malam di Ukishima Garden. Sebuah restoran yang menyediakan masakan vegetarian. Meskipun disebut restoran vegetarian, tapi Balqis tetap merasa khawatir akan kehalalannya.

Don’t Worry! This restaurant is fine for muslim. My muslim friends usually eat in there. You can check in Halal in Japan website (Jangan Khawatir! Restoran ini tidak apa-apa untuk muslim. Teman-teman muslim saya biasanya makan disana. Kamu dapat cek di website Halal in Japan).” 

Ucap Kazubo seakan dapat membaca kekhawatiran Balqis. Tanpa disengaja mata mereka berdua saling bertemu melalui cermin depan kemudi. Pria berkulit sawo matang tersebut pun langsung melemparkan senyumannya.

Sesampai di restoran, mereka pun segera memesan beberapa makanan dan menyantap masakan yang telah dihidangkan.

I like this one (saya suka yang ini),” ucap balqis menunjuk sebuah piring berisi potongan sayur yang terdiri dari kol, kecambah dan wortel.
“Oh, ini namanya Fu Champuru,” Teh Dina memberi tau lalu mengambil sesendok penuh Fu Champuru.
“Kalau yang ini banyak di Indonesia ya, qis? Disini namanya Gayo,” giliran Teh Dina menunjuk masakan yang didominasi potongan sayur yang terkenal pahit. Pare.
“Iya Teh. Hehe.”
HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Goya Champuru | Sumber: Okinawa Island Guide
HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Fu Champuru | Sumber: Okinawa Island Guide

Selesai makan, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju penginapan. Selama perjalanan Teh Dina bercerita bahwa masakan khas di Okinawa adalah menggunakan bahan-bahan yang ditanam juga tumbuh dari kekayaan alam di daerah tersebut. Itu sebabnya masyarakat Okinawa terkenal panjang umur.

Teh Dina pun bercerita, makanan di Okinawa yang paling terkenal adalah Okinawa Soba. Tapi sayangnya masakan dari mie ini banyak dijual dengan menggunakan pork alias babi.

“Makanan yang kamu suka tadi adalah salah satu jenis dari Campuru yang dimasak stir-fry. Arti dari Campuru sendiri adalah ‘to mix together’. Jadi masakan khas Okinawa ini dicampur dengan berbagai bahan. Masyarakat Okinawa sangat jeli loh dengan makanan-makanan yang baik untuk kesehatan. Bahkan untuk snack-nya saja juga bagus untuk tubuh.”
“Apa itu Teh?” 
Brown Sugar. Memiliki banyak mineral dan nutrisi. Teteh punya banyak di rumah. Besok aku bawakan khusus untuk kamu.”

Balqis pun melonjak senang karena banyak sekali hal mengejutkan dan menyenangkan selama perjalanannya di Okinawa. Mulai dari pertolongan Yoshi yang memberikan tumpangan gratis. Lalu sewa mobil dengan harga sangat terjangkau milik Kazubo. Bahkan makan di Ukishima Garden juga ditraktir oleh Kazubo. Yang paling membahagiakan lagi adalah bertemu Teh Dina, teman perjalanan selama di Okinawa.

Hari Keempat:

The All-Okinawa Eisha Festival


Memasuki musim panas, tak hanya ada festival kembang api. Tapi juga Festival Eisha Masuri atau Dance Festival. Festival ini banyak diadakan di berbagai daerah di Okinawa. Salah satunya di kawasan Kokusai Dori yang terletak cukup dekat dari penginapan Balqis.

Sesuai perjanjian semalam dengan Teh Dina, hari ini mereka akan bertemu di Kokusai Dori untuk menyaksikan parade 10.000 penari Eisha.

Jalan Kokusai Dori tumpah oleh warga lokal, turis dan warga negara asing yang penasaran ingin menyaksikan penampilan kesenian tradisional Okinawa. Dari jauh gadis berjilbab merah muda bercorak bunga-bunga kecil bernama Balqis sudah berdiri manis di barisan depan sembari memegang kamera miliknya.

‘Bom, bom, bom’. 
HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Parade 10.000 penari Eisha | Sumber: oki-islandguide[dot]com

Suara pukulan drum terdengar dari kajuahan. Perlahan terlihat anak-anak muda bahkan anak kecil berseragam biru juga kuning dengan ikat kepala senada berwarna kuning mulai mendekat sambil menabuh drum. Semua penari Eisha terlihat bergerak harmonis, kompak dan terlihat gagah. Drum yang mereka pukul pun seirama dengan tarian mereka.

“Hei! Dicariin juga dari tadi. Pantesan telpon aku nggak diangkat-angkat. Ternyata sibuk menjalankan tugas,” ucap Teh Dina yang sudah berada di belakang Balqis.

Setelah melayangkan permintaan maaf, Balqis kembali sibuk mengabadikan setiap tarian para penari Eisha yang semakin seru dan sayang untuk dilewatkan. Menurut Balqis, momen seperti inilah yang menambah informasinya seputar budaya Okinawa. Jadi Teh Dina tak heran melihat gadis berjilbab lebar tersebut tengah asik dengan lensa kameranya. Teh Dina sendiri pun terlihat menikmati festival dengan sesekali bertepuk tangan dan mengambil gambar lewat kamera telpon genggamnya.

Festival pun usai. Mereka berdua memilih duduk, mengistirahatkan kaki yang terlalu lama berdiri.

“Ini buat kamu. Namanya Beni Imo Tart. Makanan khas Okinawa yang terbuat dari kentang manis. Lalu ini Brown Sugar seperti yang aku janjikan.”
HIS Summer Trip ke Okinawa Jepang
Beni Imo Tart | Sumber: Kembara Razali

Teh Dina menyodorkan dua kotak berukuran cukup besar berwarna ungu dan kuning kecoklatan. Tak hanya itu, Teh Dina pun memberikan sebuah kotak makanan kecil berisikan makanan berbentuk dadu berwarna coklat.

“Ya Allah. Terima kasih, Teh,” Balqis langsung memeluk erat wanita yang sudah ia anggap seperti kaka sendiri.
“Iya, iya. Jangan kapok ke Okinawa ya.”
“Iya Teh. Kalau ada kesempatan, tentu aku mau balik kesini. Soalnya belum kesampaian ke Churaumi Aquarium dan Busena Marine Park.”
“Biar puas liburan di Okinawa, Teteh sarankan sih pake jasa travel agent H.I.S.
“Jaringannya ada dimana-mana, qis. Di Jepang saja ada 272 cabang H.I.S. Sedangkan cabang di seluruh dunia ada 147 perusahaan di 60 negara.”
“Sugoi! (luar biasa!),” Balqis terperangah mendengar penjelasan Teh Dina.
HIS Summer Trip
Sumber: his-tavel[dot].co.id

Wanita berambut panjang pirang tersebut juga menceritakan banyak hal terkait pengalamannya menggunakan jasa H.I.S, mulai dari informasi yang detail, kemudahan mengurus Visa. Selain itu memberikan pelayanan perjalanan baik individual maupun grup, mau itu tujuan domestik atau Internasional.

“Perbedaan H.I.S dengan travel agent lainnya adalah adanya penawaran JR Pass, sewa Wi-fi dan tiket Theme Park selama berada di Jepang. Bahkan H.I.S ada program belajar bahasa Jepang langsung ke negeri Jepang. Mulai dari study tour hingga student workshop.”
“Di H.I.S juga ada penawaran tiket pesawat murah, Teh?” tanya Balqis semakin penasaran.
“Jadi H.I.S juga berkerjasama dengan ANA (All Nippon Airways). Kerjasama ini bernama HAnavi dimana traveller dapat memperoleh tiket penerbangan domestik dan hotel di Jepang dengan harga yang murah.”
“Terima kasih, Teh informasinya. Aaa, aku bersyukur banget bisa kenal dan bertemu Teteh Dina.”

Mereka pun saling melayangkan senyuman. Gadis penuh mimpi bernama Balqis tersebut tak pernah henti melantukan syukur kepada Sang Pencipta. Karena Musim Panas kali ini dapat melihat kuasa dan ciptaan-Nya di Okinawa, Jepang. Dalam kesulitan, yang Maha Pengasih memberikan bantuan dan pertolongan lewat jalan yang tak pernah gadis berjilbab itu duga.


Keesokan harinya di Bandara Naha. Saat menunggu gate penerbangan ke Osaka dibuka, sebuah pesan masuk di telpon pintar Balqis.

I wish I have a time machine. So that I can back to the time when I met you. Take care and see you in Indonesia. From Yoshi. (Saya berharap memiliki sebuah mesin waktu. Sehingga saya mengembalikan waktu saat saya bertemu kamu. Jaga dirimu dan sampai jumpa di Indonesia. Dari Yoshi).”

Wajah Balqis terlihat bingung mencerna arah dan maksud pesan yang mengatas namakan pria yang ia temui sewaktu di Halal Food Store Okinawa. Apapun itu, semoga ini adalah pertanda dari kebaikan. 

Bee Balqis
Depok, 15 Juni 2016

***
“Iii, ceritanya bagus. Ini semua tempatnya asli ada?” 
Ucap Bina seusai membaca cerpen yang baru saja saya tulis di laptop. 

“Nyata kok, bin. Sebelum nulis aku cari di Internet,” jawabku sembari tersenyum malu karena sejujurnya jarang banget saya meminta seseorang membaca isi ceritaku sebelum di publish ke blog.
“Terus Teh Dina ini juga nyata?”
“Kalau tokohnya fiksi. Yoshi dan Kazubo juga khayalan aku. Hehe namanya juga cerpen fiksi. Yang beneran nyata, tempat-tempatnya dan travel agent H.I.S.”

Saya menjelskan dengan semangat lalu langsung menekan tombol Ctrl juga huruf S di keyboard laptop. 

“Semoga kamu benaran ke Jepang ya, ka.”

Doa bina disambut senyumku yang spontan mengembang kala mendengarnya. 
“Aamiin, bin.”

Semoga semua tempat yang ditulis, dapat saya kunjungi secara nyata. Menyaksikan kuasa dan keindahan Tuhan di Negeri Sakura. Sekarang pun tak perlu khawatir mempercayakan perjalanan karena travel agent H.I.S menyediakan berbagai pelayanan yang membantu mempersiapkan perjalanan ke Jepang dan berbagai destinasi wisata. Salah satu fasilitas yang menarik perhatian saya adalah program belajar bahasa Jepang-nya.

Bagaimana dengan kamu?


Sumber Referensi:

http://en.okinawastory.jp/
http://jepanginfo.co.id/
http://www.routefinder-okinawa.com/
https://www.oki-islandguide.com
https://danangprabowo.wordpress.com/
https://kembararazali.blogspot.co.id
http://majalahpagi.com/
https://www.facebook.com/Okinawa-Halal-food-803216236442862/?fref=nf
https://www.facebook.com/groups/okinawamasjid/
http://www.islaminjapanmedia.org/
http://www.halalinjapan.com/


Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competition

16 komentar:

  1. Aku juga pengin ke Okinawa. Jepang yang rasanya agak beda. Ajak aku dong, Okka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo afifah... Aku juga pengen travelling bareng kamu

      Hapus
  2. good luck ya okka, ah jadi pengen ke jepang, semoga someday bisa ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. Semoga kita bisa kesana ya Mbak...

      Hapus
  3. wah serasa ikut piknik ke sana.
    gut lak buat okka

    BalasHapus
  4. seru ga perjalananmu sob , kesana ah tahun baru monyet

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan sayanya belum jalan-jalan kesana

      Hapus
  5. komplit banget. sip lah :-)

    BalasHapus
  6. waahhh, mau ke okinawa juga aahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayo kita bareng ke Jepang, mbak :)

      Hapus
  7. Waahhh.. baca cerita Mbak, jadi pengen ke Jepang 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa jalan-jalan ke jepang ya mbak :D

      Hapus