Langsung ke konten utama

Rasanya Kerja Ikut Menjaga Hutan

Assalamu'alaikum. Hallo semuanya! Rasanya Kerja Ikut Menjaga Hutan selama lima tahun enam bulan itu campur aduk ya. Ada senangnya, takjubnya, dan sedihnya juga. Meskipun begitu Bee sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Alam Sehat Lestari (ASRI) karena Bee dapat belajar banyak hal, seperti hutan, lingkungan, kesehatan, dan tentu saja passion Bee di digital marketing. Berikut Bee sudah rangkum berbagai macam rasa dari menjadi bagian menjaga hutan bersama ASRI dan tinggal dekat hutan di Sukadana.

Sebelum itu Bee mau kasi sedikit perkenalan mengenai tempat kerja Bee. ASRI adalah organisasi nirlaba/ NGO yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pelestarian hutan dan berlokasi di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Dari Pontianak kita perlu naik speedboat selama lima jam atau terbang pakai pesawat ke Ketapang lalu lanjut naik kendaraan motor atau mobil kurang lebih dua jam. Salah satu program keren di ASRI adalah adanya Klinik ASRI yang menerima pembayaran pengobatan dengan bibit pohon. Kemudian bibit-bibit pohon dari pasien ditanam di Taman Nasional Gunung Palung. Untuk informasi selengkapnya, silahkan main ke website ASRI dan Instagramnya di AlamSehatLestari.

Bisa Healing Kapan Saja

Sukadana itu Masya Allah indah banget dan masih asri. Pagi hari kita bisa dengar kicauan burung, serangga, dan suara kelempiau/ owa bersaut-sautan yang nyaring banget. "Uu'uh, uu'uh, uuuuu" gitu kali ya bunyi suara owa kalau ditulis, hehe. 

Lalu pilihan tempat healingnya cukup banyak. Sepedaan sepuluh menit udah bisa duduk-duduk manja sembari minum air kelapa murni di Pantai Pulau Datok. Kalau pagi-pagi sekali kita bisa beli ikan langsung ke nelayannya di sana. Terus mau nonton sunset dengan kombinasi panorama laut dan bukit bisa main ke TPI. Oh iya, langit senja di Sukadana menawarkan keindahan yang berbeda-beda setiap harinya, kadang langit senjanya berwarna keemasan, dan enggak jarang juga warna langitnya manis bagai permen yaitu perpaduan warna pink dan ungu. Kemudian kalau pengen hiking bisa tuh ke Lubuk Baji, Taman Nasional Gunung Palung. Ragam flora dan fauna dapat ditemukan di sana. Setelah capek mendaki, kita bisa langsung 'byur' nyebur berendam di air terjun.

Menikmati sunset di Pantai Pulau Datok selepas pulang kerja

Udara Segar Setiap Hari

Siapa nih yang lihat langit biru bagus dikit cekrek, lihat bintang-bintang cekrek, terus lihat bulan cekrek? Sayaaaaa! *angkat tangan tinggi-tinggi* hehe.

Masya Allah, saat cuaca cerah kita bisa langit Sukadana yang sangat bersih dan biru tanpa polusi. Saat hujan, kabut-kabut tipis yang menyelimuti Gunung Peramas terlihat menawan dan majestic dari kejauhan. Oh iya, terkadang suhu di Sukadana juga sangat panas, atau bisa dibilang panas bedengkang. Tapi panasnya dengan Pontianak tuh berasa beda, kalau di Pontianak itu panasnya berasa kulit kita ditusuk-tusuk. Sedangkan di Sukadana panasnya bikin gerah dan keringatan. Berasa pengen mandi atau berendam terus. Ya harap maklum juga, kan berada di daerah khatulistiwa, dekat hutan tropis yang kelembapan udaranya cukup tinggi.

Menurut Bee waktu paling oke untuk menikmati suasana Sukadana selain sore hari adalah di pagi hari saat langit masih biru, apalagi kalau semalamnya habis hujan, rasanya tuh beh segeeeer. Bee ingat banget hari-hari menjelang Bee resign  dari ASRI, Bee sering tuh narik nafas dalam-dalam, menghirup oksigen dan menikmati udara bersih Sukadana. "Gak mau rugi, gak mau rugi, kapan lagi wkwk" batin Bee sambil kembang kempis hidung Bee tarik dan hembuskan nafas.

Gowes keliling Sukadana

My Work My Adventure

Senangnya kerja dan berkontribusi dalam pelestarian hutan itu banyak banget, seperti berpetualang ke lokasi reboisasi, menyusuri sungai, ikut kegiatan penanaman, bertemu masyarakat penjaga hutan, dan melihat pohon-pohon juga satwa liar yang ada di hutan. Serunya lagi staf-staf ASRI yang bekerja di program selain konservasi juga dapat memiliki kesempatan mengikuti kegiatan-kegiatan ASRI di lapangan, seperti kunjungan program, field trip, ataupun penanaman pohon. Kapan lagi kan ya kerja sambil jalan-jalan plus ikut menjaga hutan.

Senyum dulu, cekrek

Food Carvings

Kalian pernah gak di fase pengen makan sesuatu nih tapi enggak ada yang jual, terhalang jarak yang jauh, akhirnya cuma bisa manyun memandangi makanannya dari balik layar HP? Bee pernah di situasi ini ketika covid, itu pengen banget makan makanan korea, daging grill, ayam K*C, pizza, roti canai, udon, burger yang gede banget dagingnya, dan ini itu banyak sekali. Namun semuanya jauh nun di sana yang harus mengarungi sungai atau jalan bergelombang bikin sakit kepala. Kalau di kota mungkin mudah ya bisa langsung pesan online terus sampai makanannya. Sedangkan Sukadana jauuuuh dari kota dan sama sekali tidak terdeteksi di aplikasi ojek online. Jadi selain kangen keluarga, jelas kangen juga makanan-makanannya. Alhamdulillah nya sekarang di Sukadana semakin beragam yang jual makanan, seperti ada pasta, briyani, hingga makanan-makanan khas korea. 

Sarapan sate dengan pemandangan Pantai Pulau Datok di pagi hari

Oke segitu dulu cerita Bee tentang Rasanya Kerja Ikut Menjaga Hutan. Kalau ada poin lainnya yang terlewat, nanti akan Bee tulis di part 2 ya. Anyway, hari ini (12/07) ASRI ulang tahun ke-16 loh. Yuk nyanyi hepi besdey hehe. "Happy birthday to ASRI, happy birthday to ASRI, happy birthday, happy birthday, happy birthday to ASRI. Yaaaaaay!" *tepuk tangan heboh*

Kamu punya cerita pengalaman bekerja dengan organisasi lingkungan? Tinggal di daerah terpencil dekat hutan? Atau pengen nih menambah pengalaman dengan ikut berkontribusi untuk lingkungan? Coba cerita pengalamanmu juga di kolom komentar.

Sampai jumpa di cerita Bee selanjutnya. Terus bersyukur, dan tebar kebaikan. Salam!

Komentar

  1. Memang kalau sudah menjadi satu dengan alam, selalu akan berusaha untuk dekat dengan alam. :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Saya Rindukan Dari Kota Pontianak Sebagai Anak Rantau

7 Hal yang Saya Rindukan Dari Kota Pontianak Sebagai Anak Rantau adalah tulisan nostalgia sembari curhat untuk sedikit mengobati rindu saya dengan tanah kelahiran. Semoga juga mewakili suara buda’-buda’ (baca: teman-teman) Pontianak yang bernasib sama, hehe. Biasanya setiap liburan semester saya pulang ke kampung halaman. Tapi liburan semester lalu, pertama kalinya memutuskan untuk tidak pulang. Kenapa? Karena banyak yang harus dikerjakan *sok sibuk” XD. Sebenarnya banyak hal yang saya rindukan dari Kota Pontianak. Berhubung nggak mau panjang-panjang, maka saya buat tujuh poin saja. Sisanya silahkan teman-teman yang tambahkan sendiri di kolom komentar. Atau kalian pernah berkunjung ke Pontianak? Boleh juga nih di share hal apa saja yang dirindukan dari kota bermaskot Enggang Gading ini. Kalau saya sih ….

Berburu Sunset di Pulau Lemukutan

Assalamu'alaikum, halo semuanya! Kalian pernah enggak sih waktu jalan-jalan melakukan hal nekat? Soalnya Bee baru saja melakukan aksi nekat sewaktu traveling  ke Pulau Lemukutan, hehe. Untuk kedua kalinya Bee main ke Pulau Lemukutan, dan di kesempatan ini Bee 'nyempil' di acara Mama, rombongan ibu-ibu. Selama Mama sibuk dengan kegiatannya, Bee main sendiri di sekitar penginapan. Nah menjelang sore, saat bingung mau ngapaian, tiba-tiba 'ting tong' ide muncul di kepala. "Ah, nonton sunset aja kali ya?" batin Bee. Beberapa menit jalan kaki menyusuri deretan rumah, Bee enggak melihat tanda-tanda lokasi buat nonton sunset . "Ya Allah, pintar banget," ucap Bee sendiri sambil tepok jidat, "harusnya cek peta, biar ketauan lokasi dan mataharinya." Btw , sinyal di Pulau Lemukutan yang ada cuma kartu Telkomsel dan IM3 ya. Pas cek google maps , Bee auto kaget. Bagaimana enggak kaget, lokasi matahari terbenam adanya d...

Indahnya Pulau Seribu Bagan (Pulau Kabung) di Kalimantan Barat

Indahnya Pulau Seribu Bagan (Pulau Kabung) di Kalimantan Barat .  Hari Sabtu (22/08/2015) jam lima pagi, saya dan Mama berangkat dari Pontianak menggunakan bis antar daerah. Bis yang dinaiki bisa apa saja, asal melewat  Pantai Samudra Indah  daerah Bengkayang. Tarif setiap bis berbeda-beda. Mulai dari Rp.30.000,- sampai Rp.35.000,- per orangnya. Jam 07.30 pagi kami sampai di gerbang  Pantai Samudra Indah . Jarak dari gerbang ke dermaga cukup jauh. Pilihannya cuma dua. Jalan kaki atau naik ‘ojek’. Kalau yang ingin hemat dan menikmati daerah SI (Samudra Indah) dengan jalan santai, boleh-boleh saja. Tapi kalau yang membawa barang banyak atau anak kecil atau enggak kuat jalan? Saran saya lebih baik naik ‘ojek’. Sebenarnya ini ‘ojek’ bukan benar-benar ojek. Soalnya enggak ada pangkalannya. Tapi lebih tepatnya kita menumpang dengan warga yang kebetulan pergi menuju SI. Tarif naik ‘ojek’ ini Rp.10.000,-/motor