Selasa, Juli 12, 2016

Kesan Setelah Menonton Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea

Review: Kesan Setelah Menonton Film Jilbab Traveler - Love Sparks in Korea
Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea

Judul Film : Jilbab Traveller: Love Sparks in Korea
Distibutor  : Rapi Films
Producer  : Gope T Samtani
Director : Guntur Soeharjanto
Writer : Alim Sudio
Cast :Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, Ringgo Agus Rahman, Wawan Wanisar, Dewi yull, Indra Bekti, Tasya Nur Medina, Ferry Ardiansyah, Adila Jelita, Lee Won Joo, Jonathan Na.

“Kamu mencuri mimpi-mimpiku. Dan aku suka.”

Dari tiga bulan yang lalu, poster sebuah film dan teaser sering bermunculan di layar timeline sosial media. Film yang kisahnya diangkat dari sebuah novel terkenal dan sejujurnya memang saya tunggu-tunggu sejak awal tahun 2016 lalu setelah membaca novelnya. Terlebih lagi setting tempatnya adalah salah satu negara favorit saya.

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea


5 Juli 2016. Film yang ditunggu, akhirnya release di seluruh bioskop Indonesia. Termasuk bioskop di daerah saya (Pontianak). Diantar Ayah, langkah kakiku melangkah ke bioskop, demi menjadi penonton di hari pertama. 

Meskipun suasana bioskop yang menonton film ini tak semeriah di kota-kota besar lainnya. Tapi kalau udah niat ya, tetap saja terasa happy meskipun seorang diri, hehe  :D

Mengikuti kesuksesaan film-film sebelumnya yang kisahnya juga diangkat dari novel Asma Nadia seperti Assalamu’alaikum Beijing, Surga Yang Tak Dirindukan dan Pesantren Impian. Kali ini Novel Asma Nadia kembali berhasil menghiasi layar lebar di awal bulan Juli.


Review: Kesan Setelah Menonton Film Jilbab Traveler - Love Sparks in Korea
Cekrek tiket nonton XD

Sinopsis Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea


Julukan Jilbab Traveler disematkan ke seorang muslimah berusia 24 tahun yang tak hanya gemar menulis tapi juga travelling. Rania Timur Samudra. Ia buktikan diri dapat menjadi wakil dari mata dan kaki sang Ayah. Menjelajahi berbagai negeri dengan seribu kisah seperti Ibnu Battutah – eksplorer Muslim terkenal yang menjadi rujukan.

Tapi sayang di tengah petualangan, Rania harus kembali pulang ke rumah ketika mendengar kabar bahwa pria yang menjadi pahlawan juga penyemangatnya jatuh sakit. Muslimah tersebut pun memutuskan untuk menghentikan perjalanannya dan memilih untuk menemani sang Ayah saja. Mendengar hal ini, sang Ayah merasa sedih dan meminta Rania tetap melanjutkan penjelajahan di berbagai negeri. Termasuk menjelajahi tempat Ayah juga Ibunya  bertemu pertama kali dan menemukan cinta mereka. Baluran.

Tak disangka perjalanan Rania di bagian timur pulau Jawa membuatnya harus menjadi pemandu seorang pria asal Korea bernama Hyun Geun. Pria berambut gondrong ini memiliki wajah tampan tapi sifatnya yang cuek juga blak-blakan membuat Rania kurang nyaman. Selain Hyun Geun, ada juga Alvin (sahabat Hyun Geun) yang ikut pergi bersama mereka ke Kawah Ijen. Kekayaan alam Indonesia yang tak akan didapatkan Hyun Geun di negara asalnya. Namun ternyata petualangan ini membuat Rania kehilangan momen terkakhir bersama sang Ayah.

Gumpalan penyesalan menumpuk bersama kesedihan yang tak terbendung. Rania terus menyalahkan diri sendiri karena tak bisa melihat pria yang paling dicintainya untuk terkahir kali. Maka ia pun bertekad tak akan lagi terbang kemana pun dan hanya ingin menemani ibunya di rumah.

Hingga suatu hari sebuah undangan Writers in Residence di Gongwon, Korea Selatan sampai ke tangan Rania. Sang ibu dan Eron terus meyakinkan Rania untuk menerima kesempatan langka tersebut. Sedangkan Tia, sependapat dengan Rania yang ingin tetap tinggal.

Setelah keputusan ke Korea di ambang mata, tiba-tiba bayang Hyun Geun bermunculan di kepala Jilbab Traveler tersebut. Sedangkan perhatian dan kebaikan dari pria lain bernama Ilhan selalu berdatangan.

Akankah Rania menemukan apa yang sebenarnya menjadi titik pencariannya? Apakah ia tetap melanjutkan mimpi-mimpinya menjelajahi berbagai negeri? Berhasilkah ia menemukan kisah cinta seperti Ayah dan Ibunya? Bagaimana kelanjutan usaha kaka-kaka Rania yang ingin menjodohkan dirinya dengan Ilhan?

***

Kesan Setelah Nonton Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea


“Ah, bikin baper!”

Ucap salah satu  penonton Love Sparks in Korea yang berjalan di depanku saat keluar dari teater bioskop. 

Ya, film yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini memang bikin baper. Bahkan di awal cerita saya menitikkan air mata. Tak hanya itu adegan-adegan lucu juga kerap bermunculan, sehingga membuat alur cerita lebih seru.

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja ingin kamu tanyakan tentang film yang kisahnya berdasarkan dari novel semi biografi Asma Nadia ini.


Seru gak film Love Sparks in Korea?

Seru kok. Ya siap-siap aja baper dan geregetan. Yang bikin baper dan geregetan itu tingkah Hyun Geun yang rada ‘nakal’ dan nekat. Belum lagi sikap Ilhan yang cool, pendiam juga perhatian. Tak hanya itu, Love Sparks in Korea buat mewek juga. Besarnya cinta Ayah dan Ibu Rania membuat saya terbawa suasana.

Film ini mengkisahkan cinta seorang anak terhadap orang tuanya, mimpi-mimpinya dan negeri. Tak kalah serunya juga rahasia cinta Rania diantara dua orang pemuda yang memiliki karisma berbeda-beda. 

Ditambah lagi pemandangan indah Kawah Ijen membuat saya dan penonton terkagum-kagum. Di menit-menit berikutnya, saya dibawa jalan-jalan ke negeri ginseng. Seperti Namsan tower, Masjid Seoul dan Pulau Nami. 


Siapa saja pemain film Love Sparks in Korea?

Rania Timur Samudra
Tokoh Jilbab Traveler bernama Rania Timur Samudra diperankan oleh Bunga Citra Lestari (BCL). Di film ini Kak BCL terlihat anggun dan semakin cantik dengan kain yang menutup rambutnya. Menurut saya akting wanita yang akrab disapa Unge ini memang layak diacungi jempol. Ia bisa membawa saya untuk merasakan perasaan dan hati Rania.

Hyun Geun
Begitu pula Morgan Oey yang totalitas memerankan tokoh Hyun Geun. Ekspresi dan gaya bicaranya persis seperti orang korea. Saya sendiri suka ketawa ngikik sewaktu menonton dan mendengar dialog bagian Kak Morgan ketika menonton Love Sparks in Korea.

Ilhan
Selain tokoh pria asal Korea bernama Hyun Geun. Ada pula second lead male-nya yaitu Giring Ganesha yang berperan sebagai Ilhan. Jujur saja ini pertama kalinya saya melihat Kak Giring akting. First impression sewaktu melihat aktingnya, saya langsung suka. Gambaran Ilhan yang cool, pendiam, perhatian, sedikit pemalu di novel bisa persis dimainkan oleh pria yang sering dikenal sebagai vokalis Band Nidji ini. Terlebih lagi didukung oleh penampilannya mulai dari rambut klimis dan berkaca mata. 

Pemain pendukung lainnya
Ada Alvin. Menurut saya tingkah lucu dari tokoh Alvin (teman Hyun Geun) sangat pas diperankan oleh Ringgo Agus Rahman yang memang dari sananya kocak. Tapi sayangnya keunikan Alvin yang suka intrupsi di novel, tidak diperlihatkan di film ini. 

Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
Ini dia Jong Hwa. Cantik yak?

Ada juga Jong Hwa yang diperankan oleh orang korea asli. Jong Hwa di filmnya mirip seperti yang digambarkan di novel yaitu sosok wanita korea berparas cantik, berkulit putih dan manja. Lalu ada pula Ayah Jong Hwa, yang juga bos Hyun Geun.

Pemeran lainnya adalah, Ayah dan Ibunya Rania yang diperankan oleh Wawan Wanisar dan Dewi yull. Lalu kaka-kaka Rania yaitu Tia juga Eron yang diperankan oleh Indra Bekti dan Tasya Nur Medina.

Bagaimana alur ceritanya?

Alur cerita film berbeda dengan di novel. Jika di novel, penulis  menggiring pembaca untuk melihat situasi atau peristiwa yang dialami sang tokoh utama. Lalu pembaca dibawa flash back untuk menemukan dasar dari terjadinya peristiwa tersebut. Sedangkan di film, alur ceritanya maju. Meskipun di pertengahan ada sedikit flash back.

Beda nggak cerita filmnya dengan novelnya?

Nah, pertanyaan ini nih yang sering ditanyakan. Disini saya akan menjawab apa adanya dan sesuai dengan apa yang saya rasakan juga lihat. Bahwa cerita filmnya beda banget dengan cerita di novel.

Bedanya dimana?

Pertama, lokasi pertemuan Hyun Geun dan Rania. Di novel, Rania dan Hyun Geun bertemu di Nepal. Sebagai gantinya, mereka bertemu di Baluran. Yang ternyata tak kalah seru dan indah dari cerita di Novel. Tapi sejujurnya saya sangat suka adegan kejar-kejaran di Nepal yang tidak dihadirkan di film. Karena saat membayangkan adegan tersebut ada rasa menegangkan.

Perbedaan yang kedua, tokoh-tokoh pendukung di novel yang tak dihadirkan di film. Saya coba memahami, beberapa pemeran pendukung di novel tidak dimunculkan di film karena mungkin ada alasannya yang berdampak saat proses pembuatan film tersebut. Tapi rasanya tetap saja sedih, saat mengetahui pemeran wanita pendukung yang sangat Hyun Geun cintai hanya sekilas diceritakan. Bahkan cerita Hyun Geun dan wanita ini jauh berbeda dari yang saya baca. Sejujurnya saya dapat lebih mengenal karakter Hyun Geun lewat hubungan ia dengan wanita ini. Seorang wanita yang paling ia cintai dan lindungi.

Ketiga, highlight cerita di novel banyak diubah di film. Rasanya semakin sedih, saat mengetahui adegan favorit saya di novel tidak muncul di filmnya. Yaitu saat Hyun Geun menyatakan perasaannya diantara kembang api yang bertaburan di langit Korea. Saat dimana baru saja Ilhan melamar Rania. Nah cerita tersebut menghilang berganti dengan adegan yang membuat saya kaget dan berbisik di dalam hati, “ah, so sweet!”

Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
Lokasi Namsan Tower

Adegan favorit saya lainnya di novel adalah saat Hyun Geun rela mengejar tas Rania yang tertinggal di kereta. Sayangnya lagi-lagi tak dimunculkan pula. Saya tak bisa memastikan adegan ini diganti dengan bagian yang mana di filmnya. Tapi sepertinya diganti dengan tertinggalnya kamera Rania.

Masih banyak lagi bagian-bagian cerita di novel yang saya suka ternyata tidak hadir di film. Seperti Rania memberikan hadiah untuk Jong Hwa, dialog Hyun Geun ke Rania yang hampir jatuh sewaktu mau turun dari kereta dan masih banyak lagi. 

Kalau ceritanya beda jauh berarti filmnya nggak bagus dong?

Diatas saya menceritakan perbedaan antara film dengan novelnya. Nggak ada kan saya bilang filmnya tidak bagus? Hemm, meskipun kecewa juga sedih karena tokoh pendukung dan cerita tak sesuai ekspektasi, tapi ada kok beberapa bagian dari cerita di film yang saya sukai. Dibalik kekurangan, pasti ada kelebihannya juga, bukan?

Pertama, dialog Rania bersama Ilhan yang berdiskusi tentang tata cara melakukan perjalanan jauh. Dialog yang tak diceritakan di novel, tapi ada di film. Sejujurnya percakapan mereka ini, menjadi ilmu baru buat saya pribadi.

Kedua, pemandangan keindahan alam Indonesia. Seperti yang saya ceritakan di atas bahwa setting tempat Nepal di novel berganti menjadi Kawah Ijen. Dimana ini menjadi daya tarik dan menunjukkan ke mata dunia bahwa Indonesia memiliki keindahan alam yang indah juga berbeda. Jiwa nasionalisme Rania, terpancar saat perjalanan disana.


Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
BCL memerankan Rania Timur Samudra.

Ketiga, visualiasi efek yang menarik. Di awal cerita, saya langsung suka dengan visualisai efek film yang menggambarkan Rania telah menjelajahi berbagai dunia. Pembukaan ceritanya yang langsung membuat saya jatuh hati. Di pertengahan film, detail-detail salju yang turun diperlihatkan begitu indah. Terlebih lagi saat Rania mencoba membuka kedua telapak tangan, membiarkan butiran salju menyentuh kulitnya.

Keempat, saya seolah ikut terbang ke Korea. Berbagai lokasi di Korea diperlihatkan dengan indah. Membuat saya semakin menggebu-gebu ingin langsung kesana. Rania bahkan terlihat cantik dengan pakaian tradisional Korea (Hanbok) yang ia kenakan. 

Masih banyak lagi nilai-nilai lebih dari film Love Sparks in Korea yang bisa menjadi pertimbangan kamu untuk menonton film ini. Bahkan ada beberapa dialog atau percakapan yang saya catat saat menonton karena kalimat tersebut tidak ada di novel. 

“Tidak butuh kamera yang mahal dan bagus untuk mengabadikan momen berharga.”
“Setiap langit berhak memilih bintangnya. Saya jatuh cinta dengan anda. Dan itu fakta.”

Ya kurang lebih kalimatnya seperti itu. Karena saya mendengarnya sekilas, jadi kalau sedikit keliru harap maklum dan kasih tau ya supaya bisa lekas diperbaiki.

Kesan lainnya setelah nonton Love Sparks in Korea adalah saya jadi penasaran ingin lebih mengenal sosok Ibnu Batuttah. Jadi pengen baca buku Risalah Ibnu Batuttah yang sempat diperlihatkan di film. Selain itu saya juga semakin bersemangat untuk menggapai mimpi-mimpi, menerbangkan doa juga melebarkan sayap. Suatu hari nanti semoga saya bisa menjelejahi berbagai belahan dunia. Termasuk negeri ginseng.

Sebagai penutup, saya ingin memberikan nilai film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea yaitu 90 dari 100.
Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
(kiri) Gubernur daerah provinsi Gangwon Mr. Choi Moon Soo, Asma Nadia, BCL, Morgan. (Dibelakang) ada Ringgo yang kocak.

Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
Ilhan dan Rania

Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
Hyun Geun dan Jong Hwa
Sekian review Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Salam tetap bahagia dan bersyukur yak *copy kata-kata abang* hehe.
This entry was posted in

17 komentar:

  1. liburan ini emang rencana mau marathon nonton film2 Indonesia yang di bioskop dan film ini udah masuk list juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat nonton Mba... saya tadinya jg pengen marathon tapi gak jadi.

      Hapus
  2. haduhhhh korea, aku belum nonton takut baper beneran karena belum bisa ke sana okka T_T duh sedih amat yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan nonton sendiri mba. Lebih enak bapernya jamaah. Sendirian gak enak... :D

      Hapus
  3. film Indonesia semakin variatif dan banyak pilihan

    BalasHapus
  4. Wahhhhh... Lagi mudik ya Kak... Kok ga bilang2 sih? Sampai kapan di Pontianak? Sekali2 ikutan kawan2 kopdaran donk. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal ye wak. Ntar pertengahan bulan ini udah balek ke depol agik. Ajak lah saye kalau ade kopdar. Dak pernah dapat infonye *nyengir* :D

      Hapus
  5. aku jg udah nonton jg mbak di Pontianak. Tapi blm baca novelnya. efeknya pengen jadi penulis yang bs keliling dunia, pengen punya buku Ibnu batutah juga. Hehe. Btw, nice review. Salam kenal sesama blogger Pontianak. Moga nnti bisa diskusi ilmu breng ya mba.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal jg veiny. Ajak dong kalau ada ngumpul blogger pontianak. Pengen silaturahim jg.

      Hapus
  6. kakak alinga pasti suka deh diajak nonton ini, soale ada kak morgan hehehe
    boleh buat krucils kan yaa film ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaka ngefans sama kak morgan ya mba? Hehe. Bagus kok mba filmnya. 13thn keatas boleh kalau gak salah, mba

      Hapus
  7. aaa.. aq beluum nontoonnn, jd penasaran sam percakapan2 yg gak ada di novel

    BalasHapus
  8. Aaaakkk,, makin geregetan pengen liat akting morgan oey hahaa

    BalasHapus
  9. Tidak perlu kamere yang bagus untuk menangkap alam yang sudah indah. -correct-

    BalasHapus