Jumat, November 30, 2018

Sebelum Membagikan Pesan Informasi di Media Sosial, Cek Dulu Lima Tips Anti Hoax Ini


Assalamualaikum. Hallo Semuanya?

Kamu pernah nonton iklan dari Thailand yang bercerita tentang seorang bos pemilik pasar yang videonya viral di dunia maya?

Di video viral tersebut, si bos terlihat sangat sombong dan pelit. Ternyata eh ternyata, video itu bukanlah kenyataannya. Setelah menonton video itu Bee jadi tersadar, ternyata tidak semua video, tulisan, ataupun foto merupakan sebuah fakta. Karena bisa jadi apa yang kita lihat dan tonton dari balik layar gadget tidak selalu lengkap atau benar.


Berita ataupun konten yang salah atau tidak sesuai kebenaran lebih sering kita kenal dengan sebuatan HOAX. Benar gak?

Saat ini Bee rasa sudah semakin banyak orang yang mulai menyaring setiap konten baik tulisan ataupun video sebelum jempol mengklik “Share”. Bahkan terkadang Mama ataupun orang–orang di sekitar Bee bertanya, “Eh, berita ini benar nggak ya?”, “Emang iya ya berita ini?”.

Nah tapi sebagian dari kita juga masih suka bingung dan bertanya–tanya dengan diri sendiri seperti, sebenarnya informasi ini benar nggak ya? Hoax nggak ya? Informasi ini penting nih, bagikan nggak ya? Ah, takut!

Supaya kita semua nggak main share – share saja tanpa tau itu hoax apa bukan. Yuk simak lima tips yang membantu kita mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli dari Kominfo:

1. Waspada Dengan Judul Provokatif
Sering mendapatkan pesan yang judulnya seperti ini: “Viralkan! Ternyata Produk A Mengandung Virus ABC,” atau “Sebarkan! Jangan Sampai Anda Menjadi Korban Berikutnya...” Judul sensasional dan provokatif biasanya sering digunakan sang pembuat hoax. Oleh sebab itu, jika mendapatkan berita atau pesan yang beraroma provokatif, maka sebaiknya dicari terlebih dahulu referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya. Apakah sama atau berbeda. Sehingga kita sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati Alamat Situs
Berita atau pesan yang diperoleh dari website atau yang mencantumkan link, harus terlebih dahulu kita perhatikan. Jika berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, maka informasi tersebut masih diragukan kebenarannya.

3. Periksa Fakta
Sebelum jari kita mengklik “share” ada baiknya kita periksa juga asal atau sumber berita. Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Jangan cepat percaya apabila informasi berasl dari pegiat ormas, tokoh politik atau pengamat.  Selanjutnya perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, maka kita tidak bisa mendapatkan gambaran berita seutuhnya. Hal lainnya yang perlu diamati ialah fakta merupakan peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti. Sedangkan opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek Keaslian Foto
Tak hanya berita, kita pun sering mendapatkan broadcast berupa foto ataupun video. Ada kalanya pembuat berita hoax juga mengedit foto ataupun video untuk memprovokasi pembaca. Terus bagaimana cara kita mengecek keasliannya? Caranya adalah dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yaitu dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar – gambar serupa di internet sehingga kita bisa membandingkan foto tersebut asli atau hanya editan doang.

5. Ikut Serta Grup Diskusi Anti-Hoax
Nah menurut Bee poin ke-lima ini sangat penting untuk kita lakukan sebagai aksi kita melawan hoax. Di grup – grup diskusi ini, kita sebagai netizen bisa bertanya apakah informasi atau berita yang didapatkan merupakan hoax ataupun bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Di laman Facebook ternyata sudah banyak loh grup diskusinya, seperti: Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes dan Grup Sekoci.

Aksi melawan berita hoax ini memang sedang digaungkan oleh semua orang. Wempy Dyocta Koto, seorang pengusaha muda Indonesia dan investor internasional pun mengajak kita sebagai netizen untuk selalu bijak bersosmed dan membagikan informasi yang positif. Penasaran ingin mengenal lebih banyak tentang Wempy Dyocta Koto? Cus lah main ke Instagramnya di: @wempydyoctakoto

Silahkan di follow :)
Wempy Dyocta Koto
Oke, segitu dulu berbagi Bee kali ini. Lima langkah mengidentifikasi informasi dan berita yang berseliweran di media sosial. Cek Judul – Cek Situs – Cek Fakta – Cek Keaslian Foto – Cek di Grup Diskusi Anti-Hoax. Mudah kan, ya? Jangan lupa terus bersyukur dan tebar kebaikan. Salam.

Jumat, November 09, 2018

Main Ke Hutan Tepi Pantai di Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung

Main Ke Hutan Tepi Pantai di Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung

Assalamu’alaikum. Hello semuanya. Kalau akhir pekan, kamu suka kemana? Pantai? Hutan? Atau ke gunung?
Bagaimana kalau ke semua tempat itu sekaligus dalam satu waktu? Apalagi tempatnya jauh dari hiruk pikuk. Benar – benar buat refreshing deh.
Yuk lah Bee kenalin satu objek wisata dimana kamu bisa menikmati birunya pantai dan hijaunya pepohonan. Taman Nasional Gunung Palung: Bukit Peramas

Selasa, Mei 01, 2018

Selasa, Februari 27, 2018

Berburu Jajanan Favorit Thailand yang Bikin Ngiler

Assalamualaikum. Hallo semuanya! Sawadikap! Selamat datang di Thailand! Begitu sapaan khas penduduk setempat sambil menangkupkan tangan di dada. Ucapan ini akan terus terdengar sepanjang hari dan menjadi daya tarik tersendiri buat yang menyukai keramahan penduduk di destinasi liburan. Mau masuk hotel, mencari kendaraan sampai ketika membeli jajanan, pasti ada saja yang mengucapkan Sawadikap di sepanjang jalan. Bicara tentang jajanan Thailand, tidak ada yang tidak bikin ngiler! Beberapa jenis jajanan bahkan difavoritkan traveler-traveler yang pernah berkunjung ke Thailand dengan naik maskapai Jetstar. Apa saja?

Rabu, Januari 17, 2018

Memilih Tas Selempang Wanita Untuk Travelling


Memilih Tas Selempang Wanita Untuk Travelling - Assalamu’alaikum. Hallo semuanya!

Sebagai anak ransel, Bee kepikiran nih buat punya tas selempang. Alasannya simpel, supaya nggak rempong kalau sewaktu-waktu pengen jalan-jalan singkat. Jadi cukup bawa handphone dan dompet. Sedangkan pakai ransel kalau buat ngebolang yang jauh dan lama.