Selasa, Februari 16, 2016

7 Hal yang Saya Rindukan Dari Kota Pontianak Sebagai Anak Rantau

7 Hal yang dirindukan anak pontianak yang merantau

7 Hal yang Saya Rindukan Dari Kota Pontianak Sebagai Anak Rantau adalah tulisan nostalgia sembari curhat untuk sedikit mengobati rindu saya dengan tanah kelahiran. Semoga juga mewakili suara buda’-buda’ (baca: teman-teman) Pontianak yang bernasib sama, hehe.

Biasanya setiap liburan semester saya pulang ke kampung halaman. Tapi liburan semester lalu, pertama kalinya memutuskan untuk tidak pulang. Kenapa? Karena banyak yang harus dikerjakan *sok sibuk” XD.

Sebenarnya banyak hal yang saya rindukan dari Kota Pontianak. Berhubung nggak mau panjang-panjang, maka saya buat tujuh poin saja. Sisanya silahkan teman-teman yang tambahkan sendiri di kolom komentar. Atau kalian pernah berkunjung ke Pontianak? Boleh juga nih dishare hal apa saja yang dirindukan dari kota bermaskot Enggang Gading ini. Kalau saya sih….


1. Makan Bubur Pedas

makanan khas kalbar
Bubur Pedas | Photo taken by me
Rasanya kurang sah kalau pulang ke Pontianak tidak makan bubur pedas, makanan khas sambas. Sebenarnya banyak rumah makan yang menyediakan menu bubur pedas. Tapi menurut saya lebih mantap buatan Mama atau keluarga sendiri. Potongan sayurnya pas sehingga ketika dimasak tak terlalu lembek. Aroma bumbu dari beras dan kelapa parut yang disangrai lalu ditumbuk dan diberi rempah-rempah seperti daun salam, serai dan lengkuas, heem harum dan menggoda. Apalagi kalau ditambah sum-sum sapi terus dikasi kacang tanah dan ikan tri goreng. Slurp~ nom nom sedaaap XD. Nah dalam satu mangkok, saya sudah dapat menikmati berbagai sayur seperti wortel, kacang panjang, pakis, kangkung dan ubi jalar yang dikombinasikan dengan bumbu-bumbu tadi. Ah, sudahlah *lap iler*.

2. Makan Kue Bingke

Kue khas pontianak
Kue Bingke khas Pontianak | Photo: taqorrub.com
Kue khas Pontianak ini sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Pontianak. Kue bingke berbentuk bunga berkelopak enam ini memiliki tekstur lembut dan rasanya pun manis. Jadi tak heran semua usia suka memakannya. Apalagi saat bulan puasa, kue bingke menjadi menu favorit untuk berbuka. Varian rasanya beragam seperti keju, susu, pandan, coklat dan masih banyak lagi. Kalau saya sih lebih suka rasa yang original dan pandan. Sepotong kue bingke rasanya kurang, pasti pengen lagi, lagi dan lagi XD.

3. Makan Sotong Pangkong

Kuliner khas pontianak
Sotong Pangkong | Photo: buahatiku.com
Sotong Pangkong adalah salah satu cemilah khas Pontianak. Kuliner ini paling laris saat bulan puasa. Jejeran penjual sotong pangkong ada dimana-mana. Tapi menurut saya yang paling terkenal adalah sotong pangkong di Jalan Merdeka. Jadi jangan kaget bagi yang belum pernah nyobain sotong pakong, karena kamu akan disambut suara keras dari palu yang diadu dengan meja atau alas kayu sejenisnya. ‘Pong, pong, pong’, kurang lebih suaranya seperti itu hehe. Maka dari itu kuliner ini disebut sotong pangkong. Karena sotong dan cumi kering yang telah dibakar akan dipangkong (baca: dipukul).

Sebenarnya cemilan ini nggak terlalu sering saya makan saat di Pontianak. Ya cuma sekedar cicip-cicip doang. Tapi entah kenapa disini saya merindukannya. Cita rasanya yang khas dan unik itu loh. Gurih, asin dan pedas dari sambal kacang.  

4. Makan Chai Kwe

Makanan khas pontianak
Chai Kwe | Photo: dapurkhatulistiwa.blogspot.co.id
Chai Kwe atau disebut juga Choi Pan adalah salah satu makanan favorit saya. Kue basah khas Pontianak ini selalu menjadi primadona masyarakat Pontianak dan wisatawan. Bedanya chai kwe yang saya temukan disini (Depok) digoreng. Sedangkan chai kwe Pontianak dikukus.  

Chai Kwe yang paling saya suka adalah chai kwe isi bengkuang.. Selain itu ada pula isi keladi, rebung dan kucai. Enaknya makan chai kwe selagai masih hangat dan dicocol sambal. Halal gak? Alhamdulillah sekarang banyak penjual chai kwe yang halal. So don’t worry, be happy. Kalau saya biasanya beli chai kwe di cafe dekat tempat makan siomay bandung. Duh lupa nama tempat makannya apaan? Somebody please help me *lambaikan tangan* Siapa tau ada yang ingat dan tau? Hehe.

5. Menyaksika Meriam Karbit

Budaya Pontianak
Meriam Karbit | Photo: garagara.id
Saat bulan Ramadhan, suara meriam karbit sering terdengar dari rumah. Puncaknya adalah saat malam takbiran. Sepanjang sungai Kapuas, jejeran meriam karbit siap dibunyikan secara bersamaan. ‘Booom’ bunyi meriam karbit menggelegar, seperti bunyi meriam aslinya. Sensasi menonton festival meriam karbit ini yang membuat saya terngiang-ngiang karena tidak dapat menyaksikannya tahun lalu. Saran saya buat teman-teman yang nggak kuat dengar suaranya, lebih baik datang di siang hari saja untuk melihat meriam-meriam karbit yang telah dihias sangat cantik juga menarik. Jangan khawatir, meriam karbit hanya sering dibunyikan saat malam hari.

6. Suasana di Pasar Sudirman

Pasar murah meriah di Pontianak
Suasana Pasar Sudirman | Photo: skyscrapercity.com
“Masok dulu lah kak. Cari’ ape? Celane ke? Baju ke ape? Liat-liat jak dulu.”
Kurang lebih seperti itulah dialog para penjual di Pasar Sudirman atau Pasar Tengah di Kota Pontianak. Dari penjual di tokoh paling depan sampai paling belakang yang diucapkan semuanya sama. Suasana sederhana dari Pasar Tradisional Kota Pontianak inilah yang membuat saya rindu. Bukan hanya penjualnya yang ramah tapi juga harganya yang murah (murah bagi yang pintar nawar, hehe). Yaaaa, seperti pasar pada umumnya. Bedanya kalau tokoh-tokoh di tanah rantau saya sering dengarnya, “Silahkan baju, gamis atau jilbabnya!” atau “Jilbabnya, kak?”

Pasar Sudirman adalah tempat belanja yang murah meriah. Saat hari-hari besar pasar ini penuh dengan lautan manusia. Barang yang dijual adalah barang-barang seperti pakaian, kain, make up, sepatu, dll. Tapi kalau belanja sayur-sayuran dan sejenisnya, maka bukan disana tempatnya.

7. Santai di Taman Alun Kapuas

Tempat santai murah meriah di pontianak
Taman Alun Kapuas | Photo: tritamarentcar.com
Semakin tahun ternyata Korem atau disebut juga Taman Alun Kapuas semakin cantik dan menarik. Terkahir saya main kesana sudah ada air mancur berirma, pohon-pohon lampu dan areanya lebih luas juga tertata. Kalau mau wisata kuliner juga bisa karena makanan yang dijual beraneka ragam mulai dari sate, bakso, nasi goreng, mie ayam, jagung bakar dll. Selain itu yang jual pakaian, sepatu, jam tangan dan mainan juga ada. Terkadang di Taman Alun Kapuas juga sebagai tempat menyalurkan hobi. Contohnya saja aksi dari komunitas cosplay ala-ala Jepang. Tentu kehadiran mereka menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya. Duduk santai bersama keluarga di Taman Alun Kapuas menjadi salah satu hal yang saya rindukan karena disana banyak memori juga kenangan.

Itulah 7 Hal yang Saya Rindukan Dari Kota Pontianak Sebagai Anak Rantau. Meskipun empat dari ketujuh hal tersebut isinya tentang makanan, hehe. Nggak apalah ya, ya, ya. XD. Selain ketujuh hal itu sebenarnya masih banyak lagi seperti, makan gulai ikan asam pedas nanas, makan kue keranjang, makan langsat punggur, photo-photo di Ayani 2, olahraga car free day di sekitar Gor Pangsuma dan masih banyak lagi.


Maybe next blog post saya akan curhat apa saja yang saya rindukan dari Kalbar, In sya Allah ya. Hehehe. Kalau kalian apa yang dirindukan dari Pontianak? Sudah pernah jalan-jalan ke Pontianak? 

24 comments:

Posting Komentar